Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Aktivis Jaringan Gusdurian, Inayah Wulandari Wahid mengungkapkan proses mewujudkan sikap toleransi di negeri ini belum sepenuhnya dilakukan dengan baik.
Dalam satu survei, ujar Inayah, bahkan terungkap meski 70 persen responden percaya toleransi masih ada di Indonesia, tetapi ketika ada perbedaan di antara mereka disikapi dengan cara-cara yang tidak mencerminkan toleransi.
Baca juga : First Care Ajak Perempuan Indonesia Peduli Kesehatan Reproduksi
Diakui, Inayah, penerapan nilai-nilai toleransi masih sekadar ucapan. Seringkali, tambahnya, kita memakai toleransi sebagai kata ajaib untuk menjawab berbagai persoalan di negeri ini.
Kita, ujar dia, sering kali menempatkan toleransi di sisi hulu. Padahal, tegas Inayah, toleransi adalah hasil dari rangkaian proses di masyarakat. Sikap dan nilai-nilai toleransi, tambah dia, harus tertanam di hati masing-masing masyarakat.
Baca juga : Samsung Ajak Konsumen Rayakan Hari Jadi 54 Tahun Di Samsung Week
Inayah menilai sikap empati, kebaikan dan saling menghormati yang berupaya dibangun di negeri ini tidak sejalan beriringan dengan jargon kebhinekaan dan NKRI harga mati yang sering didengungkan.
Pada kesempatan itu, Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana berpendapat bahwa nilai-nilai toleransi tidak bisa diharapkan tertanam dengan sendirinya pada masyarakat, harus ada keterlibatan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan bangsa yang harmoni.
Baca juga : HUT ke 25 Tahun, RSPB Terus Tumbuh dan Berinovasi di Dunia Kesehatan
Eva menegaskan bahwa kepolisian yang merupakan bagian dari pemerintah harus tegak lurus pda aturan perundangan yang berlaku dalam menjaga dan menumbuhkan toleransi di negeri ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya