Dark/Light Mode
Kontoversi Kenaikan Uang Kuliah
Kampus Kok Berbisnis Sama Mahasiswanya
Sebelumnya
Senada, anggota Komisi X DPR Fahmy Alaydroes menyayangkan kenaikan UKT ini tidak ramah di kantong terutama anak-anak Indonesia. Dia menduga, ada salah paradigma dari Kemendikbudristek terkait kebijakan pendidikan sehingga memicu polemik kenaikan UKT yang sangat tidak wajar ini.
“Pendidikan merupakan persoalan kebutuhan negara agar anak-anak bangsa punya kemampuan, kecerdasan mumpuni untuk mengangkat harga dan martabat kita sebagai negara dan bangsa. Tetapi pendekatan yang diambil justru tidak mencerminkan paradigma itu,” katanya.
Baca juga : 10 Ribu Puskesmas Terakses Internet
Fahmy menilai, kebijakan pendidikan Kemendikbudristek tidak menganggap pendidikan sebagai panglima pembangunan. “Padahal ketika sumber daya manusia atau atau insan-insan atau anak-anak bangsa kita tidak memiliki posisi yang baik, maka tinggal tunggu saja kehancuran negara. Dan itu nampak terjadi,” sesalnya.
Dia mengingatkan, sumber daya manusia kita saat ini masih sangat jauh tertinggal jika dibandingkan negara-negara tetangga. Hal ini bisa dilihat dari jumlah lulusan perguruan tinggi yang sangat sedikit. Buktinya, 62 persen masyarakat kita di-dominasi lulusan SMP. Sementara hanya sekitar 10 persen merupakan lulusan Sarjana S1. “Jadi dibandingkan dengan negara-negara lain, kita masih jauh tertinggal. Mungkin kita ranking 44 atau 45,” ungkapnya.
Baca juga : Pertamina Sukses Serap Produk UMKM Terbanyak
Fahmy menegaskan, semua pihak tentunya ingin pendidikan yang dihadirkan adalah pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Bukan pendidikan abal-abal. Ketika bicara pendidikan yang bermutu, pasti memerlukan biaya. Artinya, ketika suatu perguruan tinggi itu diselenggarakan dengan baik, maka setiap langkah memerlukan rupiah. Pertanyaannya, siapa yang menye diakan rupiah ini.
“Yang paling memungkinkan adalah negara. Negaralah yang membiayai, dan itu sudah kita putuskan atau kita tetapkan sebagai bangsa dan negara melalui komitmen 20 persen APBN untuk pendidikan. Jadi kembali kepada komitmen kita sebagai bangsa dan negara,” jelasnya. KAL
Baca juga : Kadin Optimistis Tercipta Dua Juta Lapangan Kerja
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 17, edisi Senin, 20 Mei 2024 dengan judul "Kontoversi Kenaikan Uang Kuliah Kampus, Kok Berbisnis Sama Mahasiswanya"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.