Dark/Light Mode

Kejadiannya 2 Hari Setelah Banjir

Putar Video Truk Angkut Kayu Di Depan Menhut, Titiek: Saya Sedih, Miris & Marah

Kamis, 4 Desember 2025 18:58 WIB
Ketua Komisi IV Titiek Soeharto dalam Rapat dengan Menhut Raja Juli Antoni di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto: YouTube)
Ketua Komisi IV Titiek Soeharto dalam Rapat dengan Menhut Raja Juli Antoni di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto sedih dan marah melihat video viral truk besar yang mengangkut kayu gelondongan dari Sibolga melintas di Parapat, Sumatera Utara pada Sabtu (28/11/2025).

"Saudara Menteri, terus terang saya sedih, miris, dan marah. Bayangkan, kayu sebesar itu, diameternya 1,5 meter. Berapa ratus tahun yang dibutuhkan pohon sebesar itu untuk tumbuh? Manusia mana di Indonesia ini, yang seenaknya bisa motong-motong kayu seperti itu?" ungkap Titiek dalam Rapat Komisi IV DPR dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

"Apa salah itu kayu? Dia bikin begitu banyak kebaikan untuk semua. Penjaga erosi, memberikan udara, menyaring udara yang segar buat manusia. Kok dipotong begitu saja?" imbuhnya.

Yang lebih menjengkelkan, truk itu melintas tanpa dosa, dua hari setelah musibah banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi Sumatera: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Seolah menghina bangsa yang sedang berduka. 

"Sungguh menyakitkan, Pak Menteri. Ini sesuatu, kalau orang Jawa bilang ngece (mengejek), apa ngece? Perusahaan ini ngece gitu, baru kita kena bencana, dia lewat di depan muka kita. Ini suatu hal yang menyakitkan dan menghina rakyat Indonesia," tutur Titiek.

Baca juga : Ganjar Ke Relawan: Turun Ke Akar Rumput, Pastikan Mereka Memilih, Kawal Suaranya

Dia pun meminta Menhut untuk segera mencari tahu siapa di balik perusahaan kayu gelondongan itu. "Dan tolong, jangan ada pohon-pohon besar lagi yang ditebangin," cetusnya. 

Titiek juga menyoroti banyaknya temuan pohon-pohon yang hanyut terbawa banjir Sumatera, hingga memenuhi pantai dan sungai. Sebagai akibat pembukaan lahan baru untuk perkebunan dan pertambangan. Agar kejadian serupa tak terulang, Titiek minta syarat pembukaan lahan baru diperketat.

"Sudah cukup lah ini, jangan lagi ke depan. Mau siapa di belakangnya, mau bintang-bintang. Kita ini mewakili rakyat Indonesia. Bapak juga ditunjuk sebagai pembantu presiden yang dipilih oleh rakyat Indonesia. Kita tegakkan hukum yang setegak-tegaknya siapa pun itu. Kalau memang merugikan bangsa dan negara, merusak tanah dan hutan kita, ditindak saja," cetus Titiek.

"Bapak nggak usah takut-takut, kami di belakang Bapak," imbuhnya.

 

Baca juga : Kampanye Dari Desa, Ganjar Tegaskan Identitasnya Sebagai Anak Desa

 

 

 

 

 

Baca juga : Sowan Ke Medan, Bidik Kerja Sama Pendidikan Pariwisata

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.