Dark/Light Mode

Catatan Bambang Soesatyo

Memahami Kerusakan dan Perkuat Optimisme

Selasa, 24 Maret 2020 19:40 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Sejumlah indikator ekonomi, seperti nilai tukar valuta, indeks harga saham gabungan hingga harga energi seperti minyak dan gas, memang harus dipublikasikan secara berkelanjutan untuk diketahui publik. Namun, publikasi indikator-indikator ekonomi itu hendaknya tidak didramatisasi untuk tujuan membuat publik takut. Jangan lupa bahwa dalam konteks gejolak ekonomi, situasi seperti sekarang bukan pengalaman pertama bagi Indonesia. Beberapa dekade lalu, Indonesia juga pernah menghadapi gejolak dan krisis ekonomi. Namun, sudah terbukti bahwa perekonomian negara tidak hancur. Dengan kebersamaan dan kerja keras, perekonomian Indonesia bisa pulih.

Baca juga : Cegah Corona, AP II Perbanyak Tempat Cuci Tangan dan Perluas Penyemprotan Disinfektan

Kerusakan di sektor ekonomi akibat wabah nCoV-19 yang terjadi sekarang jangan sampai membuat Bangsa Indonesia pesimis. Sebaliknya, optimisme bersama harus dibangun dan terus diperkuat dengan keyakinan bahwa masa-masa sulit sekarang akan bisa dilalui pada waktunya. 

Baca juga : Hasil Sidak Mentan Sembako Aman, Masyarakat Tak Perlu Panic Buying

Di penghujung pekan ketiga Maret 2020, otoritas kota Wuhan di Tiongkok melaporkan tidak adanya kasus baru Covid-19 selama tiga hari berturut-turut. Wuhan dikenal karena di kota inilah pasien positif Covid-19 pertama terdeteksi. Kalau penularan wabah nCoV-19 di Wuhan bisa direduksi atau terhenti, hal yang sama bisa terjadi di negara lain, termasuk di Indonesia. Karena itu, tetaplah optimis. (*)

Baca juga : Pejalan Kaki dan Pesepeda Bakal Dimanja

Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.