Dark/Light Mode

Lestari Dorong Pemanfaatan Arsip Nasional Jadi Bahan Ajar Sejarah Kontekstual

Sabtu, 29 Agustus 2026 15:31 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: MPR RI
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Peningkatan pemanfaatan arsip nasional sebagai bahan pembelajaran sejarah yang hidup dan kontekstual sebagai bagian upaya menjawab tantangan di masa depan.

"Arsip memiliki peran yang luar biasa untuk mengungkap berbagai fakta di masa lalu. Kekayaan arsip nasional tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen yang tersimpan di rak, melainkan harus menjadi pengetahuan yang dapat diakses luas oleh masyarakat, terutama sebagai sumber pembelajaran yang otentik," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/8/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Kamis (27/8), menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Baca juga : Lestari Dorong Peningkatan Minat Pendidikan Nonformal

Langkah ini dibarengi dengan penyerahan arsip statis Kemendikdasmen, termasuk naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43.

Menurut Lestari, kerja sama tersebut merupakan momentum strategis untuk mendorong peningkatan pemanfaatan arsip nasional sebagai bahan pembelajaran sejarah yang hidup dan kontekstual.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa penguatan memori kolektif bangsa melalui arsip adalah kunci untuk menjawab tantangan masa depan.

Baca juga : Lestari: Bangun Kesiapsiagaan Nasional Menyeluruh Hadapi Potensi Ancaman Bencana

Apalagi, tambah Rerie, berdasarkan catatan ANRI pada 2025, nilai pengelolaan arsip Kemendikdasmen mencapai 98,14 dengan tingkat digitalisasi arsip mencapai 98,09.

Capaian tersebut, jelas Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu, merupakan modal strategis untuk mengintegrasikan arsip ke dalam kurikulum. Rerie mendorong agar kolaborasi serupa dapat terus diperluas dan diikuti oleh kementerian dan lembaga lainnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu optimistis, dengan pengelolaan yang baik dan kemasan yang kreatif, arsip nasional akan menjadi "dokumen hidup" yang tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dan pembangun karakter generasi penerus bangsa.

Baca juga : Lestari Dorong Perkuat Sistem Pembelajaran Adaptif Hadapi Ancaman Bencana

"Penggunaan sumber sejarah yang kuat, diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus berdebat mengenai sejarah bangsa sendiri tanpa dasar dokumentasi yang memadai. Dengan arsip, kita membangun peradaban," pungkas Rerie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.