Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemulihan Ekonomi Masih Lamban

Fadel Usul Jokowi Bicara Reshuffle Di Sidang MPR

Selasa, 11 Agustus 2020 08:13 WIB
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan (ST) MPR pada 14 Agustus 2020 diharapkan bisa menumbuhkan harapan baru dan ketenangan di tengah kepanikan masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Karena itu, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, MPR menyarankan Presiden membeberkan agenda kocok ulang menteri (cabinet reshuffle) di ST MPR untuk menumbuhkan optimisme baru di masyarakat.

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menilai, langkah pemerintah mengatasi resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih terlalu lamban. Karenanya, Presiden Jokowi perlu memasukkan agenda reshuffle dalam pidato Presiden di ST MPR pada 14 Agustus 2020.

Berita Terkait : DPR: Pak Jokowi, Ayo Lah Reshuffle Aja Kabinetnya

“Dalam Sidang Tahunan MPR nanti, Presiden harus memberi ‘angin segar’ kepada masyarakat. Jadi, umumkan saja agenda reshuffle untuk membangun optimisme di tengah masyarakat,” ujar Fadel dalam diskusi bertajuk Sidang Tahunan MPR: Optimisme Dan Harapan Di Tengah Pandemi” di ruang Wartawan, Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Fadel menguraikan, kondisi perekonomian berbagai lapisan masyarakat yang kian memburuk lantaran resesi global. Kondisi Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) kian terpuruk, karena tidak mendapat realisasi bantuan nyata dari pemerintah. Padahal, UMKM merupakan kekuatan yang mampu menyelamatkan kondisi ekonomi di tengah ancaman resesi.

“Saat ini, UMKM sudah kesulitan. Saya mengusulkan, beri mereka bantuan, beri subsidi potongan bunga, tunda pembayaran utang di bank dan sejumlah stimulus lainnya. Dukung dan dorong mereka untuk terus bergerak, menopang sektor perokonomian nasional,” tegas mantan Gubernur Gorontalo ini.

Berita Terkait : Kota Tegal Dipuji OJK

Fadel juga meminta Presiden Jokowi menyingggung sejumlah persoalan yang dihadapi UMKM dalam pidato di ST MPR. Sebab, bantuan subsidi bunga yang diberikan pemerintah kepada UMKM belum merata di seluruh daerah dan alokasi yang dianggarkan belum mencukupi untuk mendorong pergerakan sektor tersebut.

“Kami berharap Presiden Jokowi menyampaikan hal-hal yang greget dalam pidato 14 agustus nanti. Misalnya, menyediakan anggaran untuk UMKM berapa triliun, menyampaikan penurunan bunga bank menjadi 1 persen, lalu sistem kredit tanpa agunan yang dihapus saja, (bunga bank) jadi 0 persen,” pinta Fadel.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menegaskan, Indonesia masih memiliki harapan besar di tengah kondisi ekonomi saat ini. Namun, seluruh elemen pemerintahan harus berpikir dan bekerja secara out of the box, karena tidak ada satu negara pun yang memiliki buku panduan untuk meng hadapi pandemi Covid-19 beserta dampaknya.

Berita Terkait : Kota Tegal Dipuji OJK

“Faktanya, ekonomi dunia mengalami penurunan. Pertanyaannya, apakah masih ada harapan? Harapan itu masih ada. Sebab, putus asa itu dilarang agama dan dilarang juga oleh negara,” tegas pria yang akrab disapa Gus Jazil ini. [ONI]