Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Anggota DPR Ahmad Najib Qodratullah prihatin dengan masuknya Indonesia ke dalam 10 negara pendapatan kecil hingga menengah dengan utang luar negeri terbesar di dunia.
“Ini kontradiktif dengan ditetapkannya Sri Mulyani (SMI) sebagai menteri terbaik dunia,” ucap dia.
Baca juga : Lihat Bupati Blora Nyanyi Sambil Jogetan Nggak Pakai Masker, Ganjar Geram
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan asal muasal utang Indonesia ini dari Belanda yang membuat perekonomian Indonesia rusak dan utang menjadi fantastis.
Sri Mulyani mengatakan, warisan pemerintahan kolonial waktu itu digunakan untuk memulai perjalanan Indonesia menjadi negara merdeka.
Baca juga : Percepat Penyaluran BST, Kantor Pos Pandeglang Bentuk Tim Satgas
“Jadi dari tahun 1945 sampai 1949 Indonesia masih terus berada dalam situasi intimidasi, konfrontasi, bahkan agresi Belanda. Itu kondisi politik, militer, keamanan, dan ekonomi tidak pasti,” ujar Sri Mulyani saat Pembukaan Ekspo Profesi Keuangan, Senin (12/10).
Sri Mulyani memaparkan, ketika merdeka, Indonesia tidak memiliki harta kekayaan. Sebab, harta yang dimiliki telah rusak akibat perang. Investasi yang sebelumnya dibekukan oleh pemerintah Belanda, dianggap menjadi investasi Indonesia paska kemerdekaan.
Baca juga : Paslon Pilkada Serang, Nasrul-Eki Telat Kampanye
“Utangnya menjadi utang Pemerintah Indonesia. Warisannya itu 1,13 miliar dolar AS, pada saat mungkin waktu itu GDP Indonesia masih sangat kecil,” ujar dia.
Sebelumnya, majalah Global Markets juga memberikan penghargaan Menteri Keuangan Terbaik Asia Timur dan Pasifik kepada Sri Mulyani yang dinilai memberikan kebijakan tepat di tengah pandemi Corona. Di antaranya soal pemberian insentif dan subsidi bagi sektor usaha yang terdampak. [ONI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya