Dark/Light Mode

Pesan Sabam Jelang Pencoblosan: Hindari Money Politics, Terapkan Prokes Hingga TPS

Selasa, 8 Desember 2020 16:44 WIB
Anggota MPR Sabam Sirait (kiri) bersama Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Anggota MPR Sabam Sirait (kiri) bersama Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Semua calon kepala daerah, calon wakil kepala daerah, serta tim sukses masing-masing diwanti-wanti tidak menggunakan money politics alias serangan fajar menjelang pencoblosan Pilkada 2020. Sebab, kompetisi dalam Pilkada adalah kompetisi gagasan dan konsep dalam memajukan daerah.

Demikian ditegaskan anggota MPR paling senior Sabam Sirait. "Adu gagasan, adu konsep. Kemudian, serahkan kepada masyarakat untuk memilih mana pemimpin yang paling sesuai dengan hati nurani dan pikirannya, untuk dipilih secara jujur, adil, bebas dan rahasia," tegas penerima Bintang Mahaputera Utama, Selasa (8/12).

Berita Terkait : Corona Belum Terbendung...

Sabam yakin, di tengah masyarakat yang semakin terbuka ini, rakyat sudah semakin cerdas. Rakyat juga sudah semakin bebas dalam menentukan pilihan. Hal ini berbeda dengan di masa masa lalu ketika rakyat ditekan untuk memilih partai atau calon tertentu.

"Karena itu, siapa pun, jangan coba-coba berbuat curang, baik pelaksana maupun calonnya. Inilah demokrasi yang sudah kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh," tegas Sabam, yang sudah berpolitik sejak zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Jokowi.

Berita Terkait : Jelang Pilkada Serentak, Ini 4 Pesan Penting Satgas Covid-19

Sabam juga mendorong pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing daerah untuk benar-benar menyiapkan segala sesuatu, termasuk mengantisipasi hal-hal yang kemungkinan terjadi. Sabam percaya, TNI dan Polri bisa membantu di lapangan untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban.

"Pilkada harus menjadi perekat bangsa, menjadi pemersatu serta bisa melahirkan pemimpin baik, jujur, dan berani di daerah masing-masing. Sehingga bisa membawa kesejahteraan. Pilkada jangan sampai malah merusak persatuan. Saya sendiri percaya kepada TNI dan Polri untuk menjaga keamanan," ucap Sabam.

Berita Terkait : KPU Terkesan Maksa Orang Sakit Nyoblos

Hal lain yang tak kalah penting, lanjut Sabam, adalah KPU harus bisa memastikan bahwa dalam pemungutan suara itu, protokol kesehatan benar-benar dijalankan. Demikian juga dengan masyarakat, harus benar-benar datang ke TPS dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang berlaku. "Protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan di TPS," ucap Sabam. [USU]