Dark/Light Mode

Bertemu Dubes Maroko, Bamsoet Harap Kerja Sama Ekonomi Terus Ditingkatkan

Minggu, 27 Desember 2020 18:37 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah, di kediaman pribadinya, di Bali, Minggu (27/12). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah, di kediaman pribadinya, di Bali, Minggu (27/12). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo menekankan, hubungan bilateral Indonesia-Maroko dalam bidang politik yang selama ini terjalin sangat baik, merupakan modal besar bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Sebagai sahabat, Indonesia ingin berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah Maroko.

"BUMN Indonesia, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia saat menerima Menteri Luar Negeri Maroko pada Oktober 2019 l, sangat ingin berpartisipasi pada proyek pembangunan infrastruktur di Maroko. Seperti jalan dan jembatan, proyek rel kereta api dan perumahan. Kita berharap Pemerintah Maroko dapat memberikan berbagai kemudahan," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat menerima kunjungan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah, di kediaman pribadinya, di Bali, Minggu (27/12).

Berita Terkait : Bertemu Pengurus IMI Bali, Bamsoet Ajak Kembangkan Digital Motorsport

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, Indonesia terus berbenah diri untuk menjadi pusat produsen halal dunia. Karenanya, kerja sama ekonomi dengan negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) terus digencarkan, termasuk dengan Maroko.

Bamsoet menyatakan, 57 negara anggota OKI, termasuk Maroko, merupakan pasar yang luar biasa besar. Total populasi muslim mencapai sebesar 1,86 miliar jiwa atau sekitar 24,1 persen dari total populasi dunia. Kementerian Perdagangan mencatat, pada periode Januari-Agustus 2020, kinerja neraca perdagangan Indonesia dengan negara negara OKI menunjukan performa positif dengan mencatatkan surplus sebesar 2,46 miliar dolar AS.

Berita Terkait : Merawat Kehidupan Di Sela Duka Dan Kerusakan Akibat Pandemi Covid-19

"Pada periode tersebut, Indonesia mampu ekspor ke negara anggota OKI sebesar 12,43 miliar dolar AS. Dari nilai ekspor tersebut, tiga produk yang tertinggi adalah minyak kelapa sawit (23,88 persen), batu bara (9,56 persen), dan bagian kendaraan bermotor (3,95 persen)," jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini juga mendorong Maroko meningkatkan investasinya di Indonesia. Khususnya di bidang pariwisata maupun industri motor sport.

Berita Terkait : Bertemu Kapolda Bali, Bamsoet Harap Perayaan Nataru Aman Dan Kondusif

"Sejak 2016, Maroko menjadi salah satu tuan rumah Formula E. Di tahun 2021, mereka sempat dilirik FIA untuk menjadi tuan rumah F1. Pengalaman Maroko mengggelar kejuaraan motorsport berskala dunia memang tidak terlalu banyak, namun bukan berarti kita tak bisa bekerjasama. Mereka punya pengalaman, tidak ada salahnya Indonesia belajar dari Maroko," pungkas Bamsoet. [USU]