Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bamsoet Ingatkan Sri Mulyani
Pajak Sembako Dan Pendidikan Bakal Naikkan Harga-harga
Selasa, 15 Juni 2021 07:12 WIB
Sebelumnya
Menurutnya, masih banyak peluang yang bisa digarap, dengan memaksimalkan potensi pajak yang sudah ada.
Sebelum memberatkan rakyat, Kementerian Keuangan harus terlebih dahulu menertibkan jajarannya agar bisa mengejar para pengemplang pajak yang potensinya mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
Baca juga : Bamsoet ke Sri Mulyani: Batalkan Rencana Pajak Sembako dan Pendidikan!
Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan barang sembako adalah objek PPN sesuai dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Akan tetapi untuk sembako murah dipastikan tidak dipungut PPN.
“Kita tidak memungut PPN sembako,” tegas Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Senayan, Jakarta, kemarin.
Baca juga : Demokrat: Harusnya Pemerintah Perbaiki Pendidikan, Bukan Memajaki
Akan tetapi, PPN akan tertuju pada sembako dengan klasifikasi premium atau secara harga terbilang mahal. Sri Mulyani mencontohkan barang premium seperti beras basmati dan shirataki hingga daging wagyu.
“Kalau dilihat harganya Rp 10 ribu per kilogram sampai Rp 200 ribu per kilogram (beras). Ini bisa sama-sama klaim sembako,” jelasnya.
Baca juga : Dituding Lakukan Intimidasi, Dua Penyidik KPK Bakal Hadirkan Saksi dan Ahli
“Ini fenomena munculnya produk-produk very high end, tapi produknya sama-sama beras, sama-sama daging sapi, ada yang wagyu, kobe, yang per kilogram bisa Rp 3 juta atau Rp 5 juta. Tapi ada daging yang dikonsumsi masyarakat Rp 90 ribu per kilogram. Jadi bumi-langit,” papar Sri Mulyani. [ONI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya