Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertemuan AHY-Jokowi Tak Ada Sangkut Pautnya dengan Rekonsiliasi Pasca-Pilpres
Kamis, 6 Juni 2019 12:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dua putra Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY): Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (5/6). Pertemuan ini pun mengundang banyak tafsir. Termasuk dari pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti.
Ray menyebut, langkah-langkah AHY bertemu dengan Jokowi pasca-pemungutan suara 17 April sampai kemarin itu, tidak bisa lagi dibaca sekadar langkah rekonsiliasi politik. "Langkah-langkah itu sebaiknya dibaca dalam langkah konsolidasi politik Partai Demokrat pasca-Pilpres," ujar Ray kepada rmco.id, Kamis (6/6).
Ada beberapa faktor yang mengindikasikan hal itu. Pertama, posisi Partai Demokrat di koalisi bukanlah partai yang menentukan. Sejauh Ray melihat, posisi partai bintang mercy di dalam koalisi memang seperti ada dan tiada.
Baca juga : Stabilkan Harga Cabe dan Bawang Merah Jelang Lebaran, Kementan Operasi Pasar
"Oleh karena itu, pertemuan berulang AHY dengan Jokowi tidak mewakili politik rekonsiliatif koalisi Prabowo dengan koalisi Jokowi," imbuh Ray. Malah faktanya, berbagai langkah itu malah dikritik oleh partai koalisi Prabowo.
Kedua, selama ini, komunikasi politik antara Megawati Soekarnoputri dengan SBY yang selama ini dikenal mandeg. Tetapi menyadari bahwa persoalan personal mereka memang tidak boleh menghambat dinamika politik yang lebih besar bagi kedua pihak. Apalagi dalam situasi yang saling menguatkan. Dan pelaku utamanya bukanlah mereka berdua, tapi masuk ke generasi berikutnya.
"Dalam rangka inilah, kemampuan keduanya menahan ego personal memungkinkan langkah AHY dan Jokowi tidak mendapat sandungan," beber Ray.
Baca juga : Prabowo Tolak Hasil Rekapitulasi Suara Pilpres 2019
Ketiga, khusus AHY, Ray melihat ada perubahan strategi politik yang drastis. Dari menunggu ke mendatangi. Dari biasanya pasif ke aktif. "Saya kira hal ini terjadi tidak lepas dari evaluasi internal pihak SBY," imbuh Ray.
SBY, disebutnya, belajar dari berbagai pengalaman terlambat secara politik dalam beberapa kasus terakhir. Ini yang membuat strategi politiknya harus diubah.
"Bila selama ini lebih banyak menunggu, saatnya langsung menjemput. Dan strategi terlihat jauh lebih ampuh dan sesuai dengan usia AHY," ucapnya.
Baca juga : Denny JA Bersyukur LSI Paling Presisi di Pilpres
"Bahkan kalau bisa dapat menginisiasi. Dalam pertimbangan itulah, maka saya melihat seluruh langkah AHY ataupun SBY pasca pencoblosan adalah langkah taktis untuk konsolidasi posisi AHY dan umumnya posisi Demokrat," tandasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya