Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dituding Dalangi Demo Di Riau

Demokrat Minta Aparat Tangkap Penyebar Hoaks Yang Sudutkan Partainya

Sabtu, 16 April 2022 10:03 WIB
Ketua Dewan Kehormatan DPP PD Hinca Pandjaitan. (Foto: Ist)
Ketua Dewan Kehormatan DPP PD Hinca Pandjaitan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat menggelar pertemuan bersama Anggota Fraksi Demokrat Provinsi Riau dan Anggota Fraksi Demokrat tingkat kabupaten/kota, Jumat (15/4).

Yang hadir, Ketua Dewan Kehormatan DPP PD Hinca Pandjaitan dan Wakil Ketua Umum PD Benny K Harman, yang juga anggota Komisi III DPR RI. Dari Demokrat Riau, hadir Ketua DPD Agung Nugroho beserta jajaran, serta seluruh anggota Fraksi Demokrat dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Berita Terkait : Ajukan Praperadilan, Konsultan Pajak Ryan Ahmad Ronas Minta Status Tersangkanya Dibatalkan

Dalam diskusi, Hinca dan Benny membahas beberapa persoalan yang berkaitan dengan aspek hukum di Provinsi Riau.

Usai pertemuan, Hinca mengatakan, dirinya telah meminta langsung kepada Aparat Penegak Hukum (APH) di Riau agar menindak tegas pelaku penyebar hoaks dan ujaran kebencian yang selama ini kerap menyudutkan Partai Demokrat.

Berita Terkait : Jewer Tuh, Yang Usul Tunda Pemilu

Salah satunya, kabar yang mengatakan demo penolakan perpanjangan masa jabatan presiden oleh mahasiswa di Riau ditunggangi Demokrat.

"Jadi saya tegaskan tidak benar ada demo yang didalangi Demokrat, tidak mungkin. Karena itu sangat jauh dari DNA kami Partai Demokrat yang selalu mengedepankan Demokrasi," tegas Hinca.

Berita Terkait : Soal Rasisme Di Liga 3, Pengamat Minta Persikota Tangerang Dihukum

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi III Fraksi Demokrat Benny K Harman. Kata dia, sejak beberapa waktu lalu ada pihak yang sengaja menghembuskan narasi kebencian terhadap Demokrat dan sangat bertentangan dengan fakta yang ada. Hal itu sengaja diviralkan untuk mendiskreditkan Partai Demokrat tanpa memiliki dasar.

"Saat ini ada narasi-narasi yang menyudutkan Partai Demokrat, yang kemudian disebarluaskan di sosial media. Kami berharap Kepolisian menjadi institusi yang otonom, serta jangan sampai aparat ikut serta dalam hal tersebut dan kami berharap kapolda dapat menertibkan dalam permasalahan tersebut," imbuhnya.
 Selanjutnya