Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
Sebelumnya
Bagaimana tanggapan pengamat soal sikap Imin? Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menilai, syarat yang dipatok Imin tak realistis. Meskipun bargaining PKB terbilang tinggi.
"Tapi, bargaining-nya PKB ini jauh lebih besar dari Cak Imin," kata sosok yang karib disapa Mas Toto ini tadi malam.
Baca juga : Golkar Cs Bikin Koalisi, PKS Masih Anteng
Dalam survei Charta Politika yang dirilis April lalu, elektabilitas PKB berada di tiga besar (9,8 persen). Di bawah PDIP (24,7 persen) dan Gerindra (11,9) persen.
Namun, elektabilitas Imin masih sangat kecil. Dalam berbagai survei, elektabilitasnya masih di kisaran 1 persen. Setara dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Baca juga : Catat! Debt Collector Yang Melakukan Kekerasan Bisa Dipidana
Karena itu, ia menilai syarat yang dipatok Imin untuk bergabung dalam suatu koalisi dinilai masih sebatas celetukan politik saja. Apalagi PKB belum masuk ke koalisi mana pun. Sehingga ia harus membangun nilai tawar politik, jika ada partai yang ingin mengajak bergabung dalam koalisi.
"Statement ini semacam efek kejutlah. Dan memang, ketika bargaining positision, orang harus memasang harga tinggi," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya