Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persib Siap Ukir Sejarah di ACC 2026/27
- Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara
- Magnitudo Gempa Hari Ini Di Sumba Tercatat Yang Terbesar Dalam Sepekan Terakhir
- Harry Kane Puji Lini Serang Inggris Usai Hancurkan Kroasia 7-0
- Gagal Emas di Asian Games, Bintang/Sofyan Langsung Kejar Tiket Olimpiade
Sebelumnya
Namun, PDIP saat ini memprioritaskan persiapan Kongres pada Agustus mendatang. Tetapi, komunikasi dengan berbagai tokoh politik itu tidak diputus.
Soal penambahan anggota koalisi akan terus dibicarakan. Namun kalau soal menteri, hal itu ada di tangan Jokowi dan ketum partai pengusung.
Baca juga : Lagi, Jokowi Tak Ada Toleransi Bagi Pengganggu Pancasila
“Apakah koalisi akan diperkuat lagi dalam rangka konsolidasi ideologi membangun kekuatan gotong royong nasional itu akan dibahas Bapak Jokowi dengan ketua umum partai,” tandasnya.
Sebelumnya, Amien Rais meminta pembagian kekuasaan 55:45 sebagai syarat rekonsiliasi. Porsi 55:45 itu mengacu pada perolehan hasil suara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amien dan Prabowo-Sandiaga Uno.
Baca juga : Pramono Anung: Pertemuan Jokowi-Prabowo Tak Syaratkan Apa Pun
“Ayo bagi 55:45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim (Jokowi) ini balik kanan, sudah jalan akalnya,” ujar Amien.
Dengan porsi segitu, Amien menyebut, ide-ide Prabowo-Sandi yang dikampanyekan bisa terealisasikan. Bagai mana jika tawaran itu ditolak? “Kalau tidak mau ya sudah, kami di luar, oposisi,” seloroh eks ketua MPR ini.
Baca juga : Ketemu Prabowo, Jokowi: Tak Ada Cebong Dan Kampret Lagi
Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul menyerang Amien. Kata dia, Amien tidak tahu diri lantaran meminta pembagian kekuasaan 55:45 sebagai syarat rekonsiliasi.
Terpisah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Amien tidak mengatur-atur pembagian kursi. “Aneh, tamu baru datang itu malah ngatur-ngatur,” tutur Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya