Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Abstain Soal Revisi UU IKN
Di DPR, Paloh Mulai Jadi Oposisi
Sabtu, 26 November 2022 07:04 WIB
Sebelumnya
Menurut dia, NasDem masih perlu melakukan diskusi internal fraksi. Politisi PAN itu juga berkelakar sikap Paloh Cs ini menunjukkan dinamika politik Tanah Air. Pun, semakin memperjelas arah dan tujuan NasDem di perpolitikan Indonesia saat ini. “Ini semakin jelas arah dan tujuannya kalau begini. Ini terjadi pergeseran,” ujar Supratman berkelakar.
Akhirnya, rapat ditutup dengan menerima usulan Pemerintah untuk memasukkan revisi UU IKN dalam Prolegnas Prioritas 2023. Enam fraksi menyatakan setuju atas usulan itu, dua fraksi menolak, dan satu abstain.
Ketua Fraksi NasDem di DPR, Roberth Rouw buka suara terkait fraksinya yang memilih abstain soal revisi UU IKN. Dia memastikan memang fraksinya sengaja abstain saat pengambilan keputusan tersebut, lantaran hendak melakukan pertimbangan di tingkat pusat.
Baca juga : Barisan Nasional Putuskan Jadi Oposisi
"Oh iya kan belum di paripurna, memang sengaja kita abstain dulu. Kenapa? Itu Undang-Undang IKN kan baru kita sahkan kemarin belum lama. Maka kami ingin mengkaji dulu lebih baik agar kami berikan pandangan di paripurna nanti," imbuh Roberth.
Selain itu, Roberth mengungkapkan Fraksi NasDem DPR tidak ingin semena-mena dalam mengambil keputusan. Mengingat keputusan fraksi itu keputusan partai. "Saya harus berkoordinasi dengan DPP masalah ini kita kaji sama-sama, nah itulah keputusan partai kita," tegasnya.
Menanggapi perbedaan sikap NasDem, PDIP menganggap biasa. Banteng tidak masalah jika NasDem masih ingin mengkaji revisi UU IKN. "Jangan menyimpulkan isi buku hanya dengan melihat warna sampulnya. Jangan melihat sebuah putusan sebagai pendirian yang permanen," beber politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno.
Baca juga : Wacanakan Revisi UU Desa, Gus Halim Ingin Kemendes Jadi Panglima Urusan Desa
Sementara Golkar kaget dengan perbedaan sikap NasDem. NasDem yang biasanya selalu samina waato'na dengan kebijakan yang diputuskan Jokowi, tapi kali ini bertele-tele. "Sikap tersebut tentu menjadi banyak pertanyaan banyak pihak, akan tetapi menjadi catatan dalam menentukan sikap-sikap dan kebijakan politik ke depannya," terang Ketua DPP Golkar, Dave Laksono.
Di sisi lain, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno berpandangan sikap NasDem ini merupakan kode keras hendak pisah jalan dengan pemerintahan saat ini. Ada hubungan yang tidak baik antara Pemerintah dan NasDem sejak mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres.
"NasDem mempersiapkan diri pisah jalan dengan Pemerintah andai tak dibutuhkan lagi di koalisi Jokowi," tukas Adi.
Baca juga : Menperin: Sosialisasi Dan Edukasi Kerek Populasi Kendaraan Listrik
Pengamat politik Ray Rangkuti melihat, abstainnya NasDem ini masih langkah awal. Dia meyakini, ke depannya langkah NasDem akan semakin terlihat kian berbeda. Serta tidak menutup kemungkinan NasDem tak hanya abstain, tapi akan langsung menolak seperti yang telah dilakukan oleh Partai Demokrat dan PKS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya