Dark/Light Mode

Bicara Penculikan & Pembunuhan

Ma’ruf Mulai Nyerang

Minggu, 30 Desember 2018 09:15 WIB
Cawapres No Urut 1, KH. Maruf Amin saat menghadiri acara istiqhosah dan doa bersama untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama, Pandeglang, Banten, Sabtu(29/12). Foto: Twitter @KH. Maruf Amin)
Cawapres No Urut 1, KH. Maruf Amin saat menghadiri acara istiqhosah dan doa bersama untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Linahdlatil Ulama, Pandeglang, Banten, Sabtu(29/12). Foto: Twitter @KH. Maruf Amin)

 Sebelumnya 
Andre menyebut, sindiran Ma’ruf kepada Prabowo tidak tepat sasaran. Justru, lebih baik tausiyah tersebut disasarkan kepada Jokowi saja. “Jadi kalau Pak Kiai ingin memberikan tausiyah, berikan tausiyah yang paling pas itu kepada pasangan Pak Kiai (Jokowi) untuk segera menepati janji-janjianya. Karena pemimpin itu dipegang janjinya, saya tanya Pak Kiai, pemimpin yang tak tepati janji namanya apa?” kata Andre.

Soal kata-kata “tidak menculik maupun tidak membunuh”, Andre menilai pengangkatan isu ini sebagai bentuk kekhawatiran kubu Jokowi menghadapi Pilpres 2019. Apalagi, hasil survei belakangan memprediksi elektabilitas Jokowi stagnan, cenderung turun, berbeda dengan Prabowo yang justru terus naik. “Mereka memang menginginkan survei Pak Prabowo yang di atas 40 persen itu tidak menyalip Pak Jokowi di Januari ini,” tuturnya.

Baca juga : Ma’ruf Nantang SBY

Pria yang menjabat anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra itu kemudian menegaskan, Prabowo tidak punya urusan soal kasus penculikan di masa lalu. Andre bilang, pengadilan militer sudah membuktikan bahwa Prabowo tak terlibat kasus penculikan. “Pengadilan militer sudah membuktikan bahwa Pak Prabowo tidak terlibat kasus penculikan masa lalu,” pungkasnya.

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno menyebut pernyataan Kiai Ma’ruf merupakan sindiran yang ditujukan kepada Prabowo. Kubu Jokowi, katanya, ingin mengangkat isu ini agar kembali diperdebatkan. Namun, kata dia, isu HAM justru bisa menjadi blunder bagi Jokowi.

Baca juga : Gerbang Udara Baru Di Sulawesi Tengah

“Isu ini kan sudah dipakai tahun 2014. Kenapa nggak diselesaikan, buat mahkamah militer atau digelar perkara kembali. Saya kira ini bisa jadi blunder bagi kubu Jokowi,” ujar Adi kepada Rakyat Merdeka.

Menurutnya, pertarungan sengit Jokowi-Prabowo masih berkutat pada soal ekonomi. Untuk soal politik terlebih soal HAM, masyarakat juga sudah tidak terlalu ambil pusing, lantaran banyak kasusnya yang justru terbengkalai. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.