Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Usman optimis, PPP masih memiliki peluang untuk memperjuangkan Sandi sebagai pendamping Ganjar. Sekalipun tidak dipilih, Usman menyebut partainya akan setia memenangkan Ganjar.
Hal senada juga disampaikan Ketua DPP PPP Achmad Baidowi. Dia optimis, saat ini peluang memajukan Sandi sebagai Cawapres terbuka lebar. Sebab, PPP tidak memiliki saingan di internal koalisi pengusung Ganjar untuk menyodorkan nama Cawapres.
Baca juga : Beda Capres, PDIP Tak Merasa Ditinggal Golkar Dan PAN
“Semakin banyak persaingan, peluang menjadi semakin kecil. Sebaliknya, jika persaingan semakin kecil, maka peluangnya bertambah besar,” kata Awiek-sapaannya.
Bagaimana kalau Sandi tidak dipilih? “Kalau diterima proposal kami, alhamdulillah. Itu sesuai dengan hasil keputusan Rapimnas. Kalau tidak diterima, kita tidak bisa berandai-andai. Tentu ada mekanisme tersendiri di PPP,” ujar Awiek.
Baca juga : PSG Tolak Madrid Bayar Cicil Mbappe
Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro mengingatkan PPP tidak terlalu ngotot mendorong Sandi sebagai Cawapres. Mengingat, dalam koalisi bersama PDIP, posisi PPP cukup lemah. PDIP bisa maju sendiri mengusung Capres-Cawapres tanpa tergantung dari PPP.
“Masalahnya apakah PPP akan hengkang bila Sandi tak jadi Cawapres. Kalaupun hengkang mau kemana? Apakah ke poros Prabowo, kayanya tidak. Apakah ke poros Anies, kayaknya juga tidak. Bisa jadi Sandi dan PPP akan mentok di poros Ganjar,” kata perempuan yang disapa Wiwik ini.
Baca juga : Apel Siaga Perubahan, Tak Perlu Khawatir Kehadiran Koalisi Anies
Namun, Wiwik juga mengingatkan PDIP untuk tidak terlalu arogan. Menurutnya, mempersilakan PPP keluar dar koalisi, bisa menjadi bumerang bagi partainya. Publik bisa tidak simpatik terhadap PDIP.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 15/8/2023 dengan judul PDIP Tak Khawatir Ditinggal PPP
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya