Dark/Light Mode

Soal Perang Dagang AS-China

Elite Hanura Bicara Peluang Indonesia

Minggu, 2 Agustus 2020 09:40 WIB
Gerry Hukubun/Ist
Gerry Hukubun/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Dewan Kehormatan Partai Hanura Gerry Hukubun bicara soal perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Kata dia, ada dampak positif yang bisa diambil Indonesia dari itu.

Menurut Gerry, Indonesia masuk dalam kawasan Asia  yang memiliki peran besar dalam urusan perdagangan negara-negara di Benua Amerika, terutama Amerika Serikat.

“Nilai ekspor Indonesia ke Amerika sebesar 10,4 persen yang di mana nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan negara-negara di Eropa yang berada di angka 8,4persen,” katanya, kemarin.

Dia bilang, impor Amerika dari dunia pada Februari 2020 mengalami penurunan 4 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Sementara impor Amerika Serikat dari Indonesia untuk Februari 2020 naik kurang lebih 6 persen.

Baca juga : Golkar: Jika Dipilih Secara Demokratis, Sah-sah Saja

Artinya, menurut Gerry, peluang Indonesia dalam menyuplai impor Amerika sangatlah bagus, bahkan meningkat di saat impor Amerika dari negara lain turun. Ini menjadi prospek yang sangat bagus ke depan.

“Dengan adanya perang dagang Amerika dengan China saat ini di mana Amerika sudah memasang tarif tinggi terhadap China, maka ada kesempatan bagi negara-negara lain untuk masuk ke Amerika yang tarifnya lebih rendah. Termasuk Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, Amerika dan Indonesia bersepakat untuk meningkatkan total perdagangan dari 26,98 miliar dolar AS menjadi 60 miliar dolar AS pada tahun 2024.

Sebab itu, Gerry menganggap peluang ekspor Indonesia ke Amerika akan semakin besar menyusul perang dagang Amerika dengan China yang semakin memanas di tahun 2020 walaupun sudah sempat dilakukan perdamaian lewat Perjanjian Perdagangan Fase 1 Februari 2020.

Baca juga : Presiden Keluarkan Perpres

Dia menjabarkan, pelarangan membeli produk pertanian Amerika oleh China serta pembatalan impor daging babi dari Amerika ke China beberapa bulan lalu semakin mempertegas perang dagang yang sudah memanas dalam beberapa tahun terakhir. Dan seakan-akan perdamaian perjanjian perdagangan fase I tidak berjalan dengan baik.

Walaupun Perdana Menteri China Li Keqiang pada beberapa bulan lalu menegaskan akan melaksanakan janji yang sudah dimuat di Fase I. Saat itu, China setuju memberi produk pertanian AS senilai 36,5 miliar dolar AS di 2020 ini. Namun, dalam data yang dipaparkan Departemen Pertanian AS, China hanya mengimpor 3,35 miliar dolar AS produk di tiga bulan pertama bulan ini. Data tersebut adalah yang terendah sejak 2007.

“Amerika dan China sendiri berencana akan melakukan perjanjian Fase II pada bulan November nanti. Apakah perjanjian perdamaian dagang ini akan berlanjut atau tidak, kita akan melihat dalam beberapa bulan ke depan,” tuturnya.

Namun, satu hal yang pasti bahwa dengan perang dagang Amerika dengan China saat ini, ada dampak negatif dan positif bagi Indonesia. Salah satunya adalah peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke Amerika. [BSH]

Baca juga : BNI Hongkong Fokus Jadi Trading Arm Pengusaha Indonesia

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.