Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Sebelumnya
Erif Tsm memprediksi, PPP tidak bisa lolos dari ambang batas suara di pemilu mendatang karena banyak faktor yang menghadangnya. Apalagi Ketumnya ketangkap KPK.
“Kepala daerahnya juga banyak yang bermasalah,” kata dia. Pangeranetam berharap PPP bisa segera bangkit dengan cara memberbaiki dari dalam. “Setuju nih,” saran dia.
Baca juga : Pollycarpus Tutup Usia, Partai Berkarya Berduka
Sementara, Yitno Psm mendukung wacana tersebut. Dia mengenang, zaman dulu simpatisan PPP sangat membludak, terutama di Jawa Timur.
Tapi lambat laun berkurang karena banyaknya parpol yang boleh ikut pemilu. “Jadi Sandiaga sangat tepat dan pasti akan mengangkat perolehan kursi,” klaim dia.
Baca juga : Demo UU Ciptaker Belum Reda, Bamsoet Minta Aparat Terus Siaga
Dodo Suharso mengatakan, menurut perhitungan politik memang lebih baik jadi kepala daripada leher. Apalagi punya sumber daya yang besar.
“Setuju kalau PPP dipimpin Sandi, dan setuju jadi ketua umum,” dukung dia. “Setujulah. Siapa tahu jadi Ketum. Sayang orang pinter dianggurin,” saut Ade Soni. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya