Dark/Light Mode

PPP Mau Cari Ketum Partai Apa Pemodal Sih

Rabu, 28 Oktober 2020 06:52 WIB
PPP Mau Cari Ketum Partai Apa Pemodal Sih

 Sebelumnya 
“Cuma orang yang setia mengabdi di PPP kalau ujungnya orang yang memimpin malah berasal dari luar PPP. Heran,” ketusnya.

Elan Subari menyambung. Dia meledek sekaligus mengingatkan bahwa Sandiaga Uno masih anggota dewan Pembina Partai Gerinda. “Pa da ke mana kadernya?” tanya dia.

“Bilang aja kalian mau duitnya. Gratis pun Sandi juga ogah karena kapok berpolitik,” saut Je rez. “Partai cari ketua atau cari pemodal?” tanya Denny Suwarso22.

Tri Dani menimpali. Dia bilang, semua tergantung dana, bukan muktamirin. Soalnya, partai lagi butuh pemasukan. “Tapi pastinya Sandiaga Uno akan menolak,” duga dia.

Baca juga : Pollycarpus Tutup Usia, Partai Berkarya Berduka

Dnelz berkeyakinan, Sandi tidak akan mau jadi Ketum PPP karena nggak ada untungnya. Kata dia, kesan partai ini sudah terlalu buruk. “Rugi di Sandinya,” kata dia.

Menurut Ridwan Setiawan, PPP butuh uangnya Sandi & popularitasnya. Soalnya, Sandi juga kalau mau nyapres susah lewat Partai Gerindra.

“Kalau capres abadinya masih berambisi nyoba lagi,” imbuhnya.

Wendy Tarigan menyambung. Dia menyarankan Sandi pindah ke PPP bila ingin jadi presiden. Bila tetap di Gerindra akan jadi cawapres lagi. Soalnya Prabowo masih berambisi maju terus.

Baca juga : Demo UU Ciptaker Belum Reda, Bamsoet Minta Aparat Terus Siaga

“Modal sudah dikucurkan terlalu besar Bang Sandi,” ujarnya.

Menurut Jayuk, partai politik sekarang semakin abal-abal saja. Seorang pemimpin partai harusnya diambil dari akar partai yang paling kuat dan bisa jamin pemimpin yang diangkat dari luar bisa membawa partai seperti apa yang diinginkan pendukungnya.

“Harus ditimbang dulu,” wanti-wanti dia.

Yogi Paramartha menyesalkan sebuah partai lebih percaya dengan kader partai lain buat masuk bursa caketum dibanding kadernya sendiri. Mirisnya, kader sendiri banyak yang kurang populer.

Baca juga : Kapolri Mutasi 229 Pati Dan Pamen Polri

“Jadi kader partai lain diberitain terus,” ketusnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.