Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Luhut Kawal Food Estate, PDIP Usul Kelautan Dan Perikanan Juga Jadi Lumbung Pangan
Rabu, 28 Oktober 2020 20:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komite Kelautan, Perikanan, dan Kenelayanan DPP PDI Perjuangan Masady Manggeng mengapresiasi langkah konkret Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marvest) mengawal program food estate. Ia mengusulkan, selain pertanian, sektor kelautan dan perikanan juga bisa dioptimalkan sebagai lumbung pangan.
Menurut Masady, sektor kelautan dan perikanan sangat potensial dimaksimalkan sebagai penopang swasembada pangan. Apalagi, didukung program industrialisasi perikanan saat ini.
Masady menjelaskan, Presiden Jokowi sangat serius agar sektor perikanan dimaksimalkan. Keseriusan itu terlihat dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7/2016 tentang percepatan pembangunan industri perikanan nasional.
Baca juga : Menhub Bangun Jalur Logistik
Inpres ini, terangnya, bisa dimaknai bahwa Presiden Jokowi juga ingin mewujudkan food estate di sektor perikanan. "Harus diperkuat dan segera ada implementasi," kata Masady, Rabu (28/10).
Food estate di sektor kelautan dan perikanan, jelasnya, bisa diimplementasikan melalui sentra-sentra minapolitan yang pernah dikembangkan Rokhmin Dahuri saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Megawati Soekarnoputri. Di 2011, sudah ada 45 daerah yang menjadi percontohan minapolitan.
"Dulu, saat minapolitan dicetuskan, belum ada kementerian koordinator yang membidangi sektor terkait bidang kemaritiman. Sekarang, dengan adanya Kemenko Marves tentu harus lebih kencang," ujarnya.
Baca juga : Cuaca Ekstrem, BNPB Terbitkan Edaran Peringatan Ke Sejumlah Daerah
Seperti diketahui, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ikut mendampingi Presiden Jokowi meninjau perkembangan pembangunan food estate baru di Desa Ria-Ria, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Selasa (27/10). Pengembangan kawasan lumbung pangan ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Luas lahan yang disiapkan untuk food estate ini direncanakan mencapai 61 ribu hektare. Lahan seluas itu meliputi wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Pakpak Bharat dengan komoditas utama tanaman hortikultura, perkebunan dan herbal.
Sebelum didatangi Presiden, Kemenko Marves sudah melakukan survei lapangan yang dilaksanakan pada 20-24 September 2020. Meninjau lokasi tahap pertama seluas 4.000 hektare dan melihat rona lingkungan lokasi yang akan dijadikan kawasan food estate tersebut.
Tim terpadu yang terdiri dari Kemenko Marves, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, Pemprov Sumut, dan Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) memastikan delineasi kawasan tersebut tidak melewati batas hutan lindung atau area konservasi lainnya. Deputi Koordinasi Bidang Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti menekankan pentingnya kerja sama dari semua pihak dalam menyiapkan rencana induk pengembangan dan pengelolaan program food estate di Sumut.
Baca juga : Banyak Yang Ikut Demo, Anies Usul Pelajar Diberi Tugas Kaji UU Ciptaker
“Harus ada komunikasi antar Kementerian dan Lembaga terkait untuk mendiskusikan mengenai rencana dan tahapan yang perlu dilakukan untuk memetakan langkah-langkah apa saja yang bisa kita kerjakan kedepan,” kata Deputi Nani dalam rapat koordinasi, Kamis (24/9).
Ada sejumlah investor yang digaet untuk mendiskusikan skema kerja sama dengan petani. Antara lain PT Indofood, PT Champ dan PT Calbee Wings. Sejumlah perusahaan kelas kakap itu mengaku antusias dan siap bekerjasama dengan Pemerintah mensukseskan program food estate. Diharapkan, setelah lahan food estate di Humbahas berhasil dikelola, maka rencana besar berikutnya pada 2021 adalah pembangunan food estate Sumatera Utara. "Sehingga bukan hanya satu kabupaten saja, tetapi kita bisa membantu kabupaten lainnya melalui program ini,” pungkasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya