Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Video Mau Penjarakan Kader Korupsi Diviralkan Lagi
Prabowo, Mana Suaranya
Jumat, 27 November 2020 06:21 WIB
Sebelumnya
Video ini yang banyak diunggah media online lalu diviralkan warganet. Berbagai video itu diberi keterangan bernada sindiran, ledekan dan ejekan. “Yuk, kita nantikan suara Prabowo,” kicau @home. “Ditunggu Pak Prabowo yang mau masukkan ke penjara sendiri,” kicau @marcocovid19.
Senada disampaikan @kars104. “Menanti janji Prabowo yang mau jebloskan kader yang korupsi ke penjara,” ucapnya.
Politikus Gerindra, Arief Poyuono meminta, Prabowo meminta maaf. Menurut dia, Prabowo harus bertanggung jawab dengan tertangkapnya Edhy oleh KPK. Ia mempertanyakan kenapa Prabowo menghilang saat kadernya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Baca juga : Ini Konstruksi Perkara Benur Lobster Yang Bikin Edhy Prabowo Masuk Bui
Menurut Arief, saat ini masyarakat sudah menantikan Prabowo untuk keluar dan meminta maaf kepada publik. “Ini sangat penting karena menyangkut keselamatan Partai Gerindra ke depan yang sudah dibangun dengan susah payah dan berkeringat, hingga menjadi partai terbesar kedua di Indonesia,” tuturnya.
Sampai kemarin, Prabowo belum mengeluarkan pernyataan terkait tertangkapnya Edhy. Baru bawahannya seperti Sufmi Dasco Ahmad yang berani menangkis berbagai serangan.
Apa komentar Dasco? Ketua Harian Gerindra itu menghormati segala proses hukum yang ada, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kata dia, Prabowo juga berkomitmen penuh terhadap pemberantasan korupsi.
Baca juga : Ketua MPR Ajak Kader HMI Terapkan Nilai-Nilai Kebangsaan
Dia mengaku, partainya sudah menerima surat pengunduran diri Edhy dari Gerindra. Kata dia, partainya menerima pengunduran itu dan segera menyiapkan penggantinya sebagai anggota Dewan Pembina dan Wakil Ketua umum (Waketum).
Soal status Edhy di Partai Gerindra, Dasco membenarkan bahwa mantan Wakil Ketua Komisi IV DPR itu sudah tidak lagi menjadi kader Partai Gerindra. “Iya kalau sudah mengundurkan diri kan ya sudah selesai,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.
Terkait bantuan hukum, Wakil Ketua DPR itu menjelaskan, pihak keluarga sudah mempersiapkan tim pengacara untuk mendampingi Edhy.
Baca juga : Ma`ruf Hilang Taringnya?
Soal kritikan dari Arief Poyuono, Dasco enggan menanggapi. Menurut dia, pernyataan Arief tak berkualitas. Ia hanya mau menanggapi orang-orang yang memiliki kapabilitas. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya