Dark/Light Mode

Saran Para Syindicated

TKN Jangan Terlena Strategi Etalase

Sabtu, 23 Maret 2019 06:55 WIB
Cawapres 01 Joko Widodo bersama dengan para pendukungnya. (Foto : Twitter Jokowi).
Cawapres 01 Joko Widodo bersama dengan para pendukungnya. (Foto : Twitter Jokowi).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kubu 01 disarankan untuk tidak diam menyikapi hasil survei yang digelar Litbang Kompas. Rubah strategi kampanye dinilai perlu mulai dilakukan.

Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo mengatakan, survei Litbang Kompas merupakan warning. Karenanya, Tim Kampanye Nasional tidak bisa hanya diam. Apalagi mengaku puas dengan acuannya lembaga survei yang lain.

Baca juga : TKN Tak Ubah Strategi Kampanye

“TKN sebaiknya jangan berhenti pada perang udara, atau strategi etalase seperti deklarasi yang ramai dilakukan berbagai elemen sejak awal,” kata Ari dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Jumat (22/3).

Menurutnya, TKN harus memastikan kerja pendukungnya. Baik itu mesin parpol maupun relawan. “Jangan sampai layu sebelum pencoblosan,” jelasnya.

Baca juga : Anies Dapat Nangkanya Banteng Dapat Getahnya

Ari menganggap, sejauh ini kubu 01 terlalu terlena dengan berbagai survei yang ada. Berbagai survei menyebut, 01 menang dengan elektabilitas yang tinggi.

Namun hal itu berbeda saat Litbang Kompas merilis hasil riset terbarunya. “Jadikan ini sebagai evaluasi untuk maksimalkan kinerja kampanye TKN,” ujarnya.

Baca juga : Pilpres Dan Pileg Jangan Oleng

Hal lain yang perlu diperhatikan, yakni kepastian pendukungnya datang ke TPS. Menurutnya, peluang untuk tidak memilih alias golput paling banyak mengancam dari pendukung kubu 01.

“TKN harus memastikan, masyarakat pemilihnya akan datang ke TPS dan menggunakan hak suaranya,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.