Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dijelaskan, efektivitas kepemimpinan Jokowi bisa dilihat dari 5 hal. Pertama, seorang pemimpin seperti Jokowi memiliki kepemimpinan yang inovatif. Jokowi bekerja dengan pendekatan yang out of the box, dan tidak terpaku pada pendekatan yang konvensional.
Jokowi tidak hanya menerima laporan begitu saja dari para pembantunya. Tapi, terjun sendiri ke lapangan memantau pekerjaan tersebut. Walaupun ada pihak-pihak yang menyebutnya sebagai pekerjaan “mandor”.
Kedua, Jokowi mampu menginspirasi dan memotivasi semua pembantunya untuk mencapai visi yang ingin dituju bersama. Dengan terjun langsung ke lapangan, bukan sekedar memantau dan melihat pekerjaan. Di situlah seorang pemimpin menginspirasi dan memotivasi anak buahnya, untuk bekerja dengan sungguh-sungguh mencapai target yang telah dicanangkan.
Baca juga : Kerja Satgas Antimafia Sepakbola Selaras Dengan Nawacita Jokowi
Ketiga, Jokowi menjadi teladan yang baik bagi para pembantunya. Keteladanan itu sangat penting. Bukan hanya banyak bicara, tapi bekerja langsung. Hal ini memotivasi mereka untuk ingin terus meningkatkan kemampuan dan kinerja dalam diri mereka.
Keempat, Pak Jokowi memiliki tingkat kecerdasan emosional yang tinggi. Sekalipun banyak mengalami hujatan atas kebijakan yang diterapkannya Jokowi tetap konsisten menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
"Pak Jokowi difitnah dengan hal-hal yang sesungguhnya tidak relevan dengan apa yang dikerjakannya. Namun, Pak Jokowi tangguh dan tetap tegak berdiri bekerja untuk rakyat," cetus Ace.
Baca juga : Hasto: Jokowi-Maruf Adalah Contoh Kepemimpinan Baik
Kelima, Jokowi merupakan pemimpin yang memberdayakan para pembantunya, sesuai kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya. "Memberdayakan itu artinya memberikan kepercayaan kepada anak buahnya untuk bekerja sesuai dengan skema yang disepakati," ujar Ace.
Dengan kepemimpinan yang efektif, Pak Jokowi mampu bekerja dengan baik. Torehan berbagai hasil pembangunan, tidak hanya terlihat pada MRT. Tetapi juga infrastruktur lainnya seperti jalan tol, bendungan, irigasi, aktivasi jalur kereta api yang mangkrak, waduk, tanggul, jalan desa, dan lain-lain menunjukan bahwa Jokowi merupakan pemimpin yang bekerja secara efektif.
"Tak cukup hanya beretorika, mengkritik, datang ke pasar-pasar menanyakan harga lalu bicara ke media dan menebarkan pesimisme untuk membangun bangsa ini. Pak Jokowi bekerja dengan hati, menawarkan solusi untuk kebaikan bangsa," papar Ace.
Baca juga : JK Instruksikan Awasi Masjid, Haram Kampanye
Pembangunan MRT merupakan satu dari sekian banyak prestasi Jokowi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
"Kita membutuhkan kepemimpinan yang tak hanya pandai bicara, menebar janji tapi tanpa bukti. Kita membutuhkan pemimpin yang efektif bekerja untuk rakyat, dan melayani dengan hati bukan dengan tangan besi," tutup Ace. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya