Dark/Light Mode

Setelah Menterinya Ditangkap KPK

PDIP Dan Gerindra Kena Getahnya

Minggu, 3 Januari 2021 06:40 WIB
Lampang PDIP dan Partai Gerindra (Foto: Istimewa)
Lampang PDIP dan Partai Gerindra (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Bagaimana tanggapan Gerindra terkait turunnya elektabilitas? Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra, Kawendra Lukistan menganggap biasa saja. Partainya cukup mensyukuri jika ada survei yang merilis tren positif. Begitupun sebaliknya. “Hanya saja, yang perlu kita ingat dan menjadi catatan, berbagai survei tak jarang hasilnya berbeda-beda,” ujarnya, saat dimintai tanggapan oleh Rakyat Merdeka, kemarin. 

Meski demikian, dia sadar patilan lobster bikin Gerindra terluka. “Seperti dijelaskan Ketua Harian Kami Gerindra (Sufmi Dasco Ahmad) tempo hari, apa yang menimpa tentu bagian dari ujian atau musibah,” katanya. 

Berita Terkait : Gerindra Tahu Diri

Dia juga tetap yakin, Prabowo masih memiliki tempat spesial di hati rakyat. Ditambah lagi, bosnya itu saat ini sedang fokus bekerja optimal mengemban tugas yang tidak mudah. Baik itu di Kementerian Pertahanan ataupun di food estate

Lalu, apa kata pengamat politik? Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan, kasus korupsi benih lobster membuat tren suara Gerindra terus melorot. “Ya, betul karena kepatil lobster jadi sempoyongan,” ledeknya. 

Baca Juga : Minggu Pertama 2021, Layanan SIM Keliling di Jakarta Hadir di 2 Lokasi

Kejadian ini juga memengaruhi suara Prabowo. Dia teringat, suara Prabowo terus merangkak sebelum kepatil lobster. “Padahal, sebelum Edhy ketangkap, Prabowo selalu di atas bersaing dengan Ganjar dan Anies. Keuntungan sama turut menyertai Gerindra,” ungkapnya. Kejadian ini membuat Gerindra dan Prabowo hancur. Apalagi ditambah keputusan politik Gerindra mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. [UMM]