Dark/Light Mode

Selalu Unggul Di Survei Capres

Prabowo Semakin Sulit Diajak Pensiun Di 2024

Selasa, 23 Februari 2021 06:40 WIB
Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluang Prabowo Subianto menjadi Presiden RI masih terbuka lebar. Meskipun tiga kali Pilpres selalu kalah, namun pamor Menteri Pertahanan ini belum redup. Prabowo selalu diunggulkan dalam berbagai survei capres. Kalau begini ceritanya, rasanya Prabowo makin sulit diajak pensiun di 2024 nih...

Saat ini, umur eks rival Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 itu, sudah menginjak 69 tahun. Bila Prabowo tetap maju sebagai capres di Pilpres 2024, maka usianya sudah cukup uzur, 73 tahun.

Meskipun bukan tokoh muda, kenyataannya dalam berbagai survei, Prabowo selalu bertengger di peringkat teratas sebagai capres 2024. Terbaru, survei yang digelar Parameter Politik Indonesia (PPI). Lembaga survei yang digawangi Adi Prayitno ini menyebut, masih banyak orang yang menginginkan Prabowo jadi presiden.

Eks Danjen Kopassus itu nangkring di urutan pertama dengan tingkat elektabilitas 19,9 persen pada survei top of mind capres. Di posisi kedua, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 11,9 persen. Sementara rangking 3 ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kader Banteng itu membukukan elektabilitas 11,3 persen.

Berita Terkait : Paling Dijagokan Jadi Capres 2024, Gerindra: Prabowo Fokus Jadi Menhan

Posisi Prabowo tetap tak tergoyah ketika responden dalam survei tersebut diberikan 15 pilihan nama capres. Ketua Umum Partai Gerindra ini mendapat 22,1 persen, disusul Anies 14,6 persen, Ganjar 13,9 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 6,3 persen dan Menteri Sosial Tri Rismaharini 5,8 persen.

Tingginya elektabilitas Prabowo, rupanya tidak terlepas dari kembali meningkatnya minat masyarakat terhadap capres yang berlatar belakang militer. “Data survei secara konsisten mengamini asumsi meningkatnya kembali pamor capres berlatar belakang militer,” kata Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno dalam keterangannya, kemarin.

Kombinasi militer-sipil dalam komposisi capres dan cawapres juga yang paling disukai. Mencapai 30,2 persen responden. Di urutan kedua, sipil-sipil (26,1 persen), sipil-militer (18,6 persen), militer-militer (11,1 persen), sisanya 14 persen responden tidak menjawab.

Survei ini, dilakukan pada tanggal 3-8 Februari 2021. Ada 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode simple random sampling dari 6.000 data target yang telah dipilih secara acak dari kerangka sampel. Margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode telepolling menggunakan kuisioner.

Berita Terkait : Gerindra Ogah Jumawa

Di waktu yang bersamaan, Lembaga Survei Indonesia (LSI) juga merilis hasil riset terbarunya. Dari survei yang digelar pada 25-31 Januari, elektabilitas Prabowo berada di peringkat teratas dengan dipilih oleh 22,5 persen responden.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan bilang, alasan responden ini urutannya berbeda dengan hasil survei Pemilu 2019 lalu. Ketika itu, responden lebih banyak memilih figur merakyat ketimbang tegas.

“Seingat saya, menjelang Pemilu 2019 lalu yang pertama, perhatian kepada rakyat, tegas berwibawa itu nomor tiga,” kata Djayadi, dalam rilisnya, Senin (22/2).

Apa tanggapan Prabowo? Juru Bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi berbagai survei yang tetap mengunggulkan bosnya sebagai capres. Namun, kata dia, saat ini Prabowo sedang fokus menunaikan amanah membantu Presiden Jokowi meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia.

Berita Terkait : Laporan Keuangan Bakal Diperiksa BPK, Prabowo Minta Siapkan Data Valid

“Terkait dengan opini publik, elektabilitas, apa pun itu, beliau menghormati sepenuhnya opini publik tersebut, dan tidak menanggapi. Tapi tetap fokus pada tugas beliau,” kata Dahnil kepada Rakyat Merdeka, lewat obrolan WhatsApp, kemarin.
 Selanjutnya