Dark/Light Mode

Catatan Givary Muhammad: Potret Kecil Suasana Pilpres di Sudut Amerika

Terbang Ke New York Demi Nyoblos Capres

Sabtu, 20 April 2019 08:34 WIB
Givary Muhammad, WNI milenial yang pertama kali mencoblos di Pemilu 2019 di New York, AS. (Foto: Dok. Pribadi)
Givary Muhammad, WNI milenial yang pertama kali mencoblos di Pemilu 2019 di New York, AS. (Foto: Dok. Pribadi)

 Sebelumnya 

Cuaca nyaman. Matahari mulai muncul. Orang-orang di New York mulai melepas jaket tebal, pertanda masuk musim semi. Tiupan anginnya terasa sepoi-sepoi. Pas untuk leyeh-leyeh dan bersantai. Mengingatkan Acho pada suasana Dago di Bandung.

Pukul 12.10 waktu setempat, Acho tiba di Gedung KJRI New York. Meski sudah beberapa kali ke sini, ia tetap saja terkesima dengan arsitektur bangunan KJRI yang indah megah dan klasik. Berdiri di pusat kota dengan kibaran bendera merah putih di gerbang depannya. Nampak antrean orang yang cukup panjang. Sebagian besar berpakaian batik. 

WNI yang akan menunaikan hak pilihnya, tampak memadati KJRI New York, AS, Sabtu (13/4). (Foto: Dok. Pribadi)

Acho pun ikut mengular.  10 menit kemudian, ia masuk ke meja pendaftaran. Didaftar ulang, dan menjalani prosedur selanjutnya, sesuai tahapan mengisi suara di TPS. Acho dapat nomor antrean di TPS 01. Sambil menunggu giliran dipanggil, ia layangkan mata ke semua sudut ruangan bagian dalam KJRI, yang diubah jadi TPS. Panitia, para pegawai kedutaan, terlihat bekerja teliti. Sekaligus efisien. Antrean yang panjang ditangani dengan baik. Staf-staf konsuler tampak bersemangat dan mengarahkan para pemilih ke bilik-bilik suara. 

Baca juga : ReJO Berterima Kasih Pada Rakyat Indonesia

“Saya dapat dua kertas suara, bergaris abu-abu dan kuning. Yang abu-abu, surat suara memilih presiden-wapres, dan yang kuning untuk DPR RI. Sebelum jam 1 siang, saya sudah mendapat giliran nyoblos. Setelah itu, tentu saja mencelup kelingking ke tinta ungu. Rasanya bangga, bisa ikut memberi suara untuk Indonesia,” tutur Acho, yang beralamat KTP di Serpong, Tangerang.

Paspor dan nomor antrean TPS 01 milik Acho, yang merupakan persyaratan mencoblos di KJRI New York. (Foto: Dok. Pribadi)

Ia menjelaskan, dari masuk pintu utama ke ruang tunggu, butuh sekitar 10 menit. Lalu menanti giliran dipanggil, sekitar 20 menit. Jadi, hanya perlu waktu 30 menitan. “Alhamdulillah. Tadinya, saya membayangkan akan antre berjam-jam. Lihat berita, ramai di media sosial, bahwa para pemilih di luar negeri antreannya luar biasa. Termasuk, sejumlah kawan saya yang berada di Taipei, Taiwan. Kabarnya, untuk antre nyoblos, mereka butuh waktu 2 jam," tutur Acho.

Menurut data, milenial Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019,  berjumlah sekitar 40 persen dari pemilih. Acho dan kawan-kawan sebaya termasuk di dalamnya. “Media sosial dan Instagram saya di hari-hari itu, dipenuhi foto jari ungu, kawan-kawan saya di berbagai belahan dunia, sesama milenial Indonesia. Mereka rupanya juga sangat antusias mencoblos,” kata Acho.

Baca juga : 01 Punya 3 Kunci Ungguli Pilpres 2019

Cowok yang menjabat Presiden Indonesian Student Association (Permias) di University of Buffalo, New York periode 2018-2019 ini menggambarkan suasana pilpres di luar negeri dengan 3 kata: berbondong-bondong, antusias dan bersinergi. 

“Banyak hal yang membuat diaspora sangat semangat untuk memilih. Mungkin, mereka tertarik dengan visi misi capres-cawapres, atau memang militan mendukung ketokohan calonnya. Semua track record dan informasi tentang calon dan pemilu, dengan mudah jadi viral di masyarakat dan media sosial,” papar Acho.

Lalu, bagaimana perasaan Acho setelah nyoblos? “Bangga tapi sekaligus cemas. Bagaimana hasilnya nanti? Apakah pilihan saya tepat? Bagaimana pemimpin Indonesia pasca pemilu? Apa pun hasil akhirnya, semoga yang terbaik untuk bangsa ini,” ujarnya.

Baca juga : Libur Paskah, Jokowi Jalankan Tugas-tugas Rutin

Sambil memperhatikan kelingking yang bertinta ungu, Acho pun teringat Barack Obama, mantan Presiden Amerika Serikat: “no matter the results are, the sun will rise in the morning” (Siapa pun pemenangnya, bagaimana pun hasilnya, kita harus tetap damai, seperti matahari yang tetap bersinar pagi hari). [HES]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.