Dark/Light Mode

Pimpin Rapat Di Kantor Proklamasi

Kiai Ma’ruf: MUI Tidak Masuk Sengketa Pemilu

Rabu, 8 Mei 2019 04:24 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin (tengah) saat memimpin rapat di kantor MUI, Selasa (7/5). (Foto: Istimewa).
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin (tengah) saat memimpin rapat di kantor MUI, Selasa (7/5). (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
MUI mengajak masyarakat tidak saling curiga, serta menyebarkan informasi yang menyebabkan terjadinya keresahan di masyarakat. Dia juga meminta semua pihak untuk tidak membangun opini menyesatkan yang melemahkan fungsi negara.

Menurut dia, jika ada masukan, ketidakpuasan, kritik, atau protes terhadap kinerja lembaga negara, agar disampaikan dengan cara yang baik sesuai mekanisme yang dibenarkan.

“Tidak boleh menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Tujuan yang baik harus dilakukan dengan cara yang baik dan dampak yang ditimbulkan juga baik,” katanya.

Baca juga : Ma’ruf Didoakan Para Habaib Jatim

Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Zainut Tauhid Za’adi menegaskan, lembaganya tidak memiliki keterkaitan dengan Ijtimak Ulama III. Baik secara program maupun kelembagaan.

“Jika ada pengurus MUI yang mengikuti kegiatan tersebut maka dipastikan bahwa kehadirannya tidak mewakili institusi MUI tetapi atas nama pribadi,” tegasnya.

Zainut menjelaskan, MUI memiliki forum Ijtimak Ulama yang dikenal dengan Ijtimak Ulama Komisi Fatwa yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. Ijtimak tersebut diikuti oleh pimpinan Komisi Fatwa MUI seluruh Indonesia, Pimpinan Komisi Fatwa dari ormas-ormas Islam tingkat pusat, Pimpinan dan pengasuh pondok pesantren, pimpinan lembaga Islam dan utusan perguruan tinggi agama Islam.

Baca juga : Kiai Ma’ruf Ngetwit Panjang

“Jadi, keputusan Ijtimak Ulama Komisi Fatwa MUI memiliki tingkat representasi dan kedudukan yang sangat tinggi,” tandas dia.

Kendati demikian, MUI menghormati perbedaan aspirasi politik umat Islam. Namun, MUI mendorong umat menyikapi perbedaan tersebut dengan cara dewasa dan tidak menimbulkan perpecahan.

“Tidak boleh atas nama apa pun agenda kenegaraan yang sangat penting ini terganggu apalagi diintervensi oleh kelompok kepentingan yang memiliki niat jahat akan membelokkan arah demokrasi di Indonesia,” jelasnya.

Baca juga : Anak Kiai Ma’ruf Dekati Para Pengusaha Milenial

Sebelumnya, Imam Besar Mesjid Istiqlal Nassaruddin Umar menegaskan, rekomendasi Itjimak Ulama III tidak mewakili umat Islam secara keseluruhan. Dia sepakat, alim ulama sebaiknya tidak ikut memperkeruh keadaan.

“Dikhawatirkan hanya akan memecah belah umat. Apalagi ulama, kalaupun ada persoalan, mereka akan langsung menegur dengan menggunakan cara-cara yang baik,” kata Nasaruddin. [MHS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.