Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 dinilai telah 'membajak' bonus demografi dan mimpi anak-anak muda Indonesia, yang seharusnya bisa dinikmati sekarang, namun tiba-tiba krisis datang.
Alhasil, generasi muda saat ini harus menanggung beban krisis 10-20 mendatang dan tidak banyak memiliki ruang gerak.
"Padahal ibarat bunga, mereka waktunya mekar, bukan layu sebelum berkembang," tutur Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta saat memberikan pengantar Gelora Talks dengan tema 76 Tahun Anugerah Kemerdekaan: Pemuda dan Mimpi Besarnya tentang Indonesia, Rabu (18/8/2021).
Baca juga : Sisa 29 Pasien Covid, Puskesmas Di Kranji Mulai Bernapas Lega
Anis Matta melihat, ketakutan akan varian-varian baru dari Corona dipenuhi oleh peristiwa-peristiwa tumbangnya satu persatu korporasi bisnis.
Dan kata dia, sangat mungkin juga dipenuhi oleh tumbangnya banyak Pemerintahan di masa-masa yang akan datang.
"Kita lihat di Malaysia, perdana menterinya (Muhyidin Yassin, red) sudah mundur karena tidak kuat, tidak mampu memikul beban krisis yang sekarang ini," kata Anis Matta.
Baca juga : Pandemi Covid-19, Didik Sebut 5 "Alarm" Bahaya
Anis Matta pun membuat puisi untuk menggambarkan dan curahan isi hatinya atas kekuatirannya mengenai masa depan generasi muda Indonesia mendatang.
Puisi tersebut diberinya judul 'Melawan Layu'.
"Bisakah kita berlindung pada ingatan kemerdekaan, yang kini dibajak pandemi, yang menyerbu bagai hama, membunuh semua bunga di taman dan kita gugur di musim semi. Bisakah kita memanggil Chairil membaca puisinya sekali lagi, sebab kematian menari-nari disini dalam hening tanpa dentuman peluru dan kita masih tetap tak mengerti siapa musuh dalam perang ini," demikian penggalan puisinya.
Baca juga : Vaksin Covid-19 Ampuh!
Anis Matta berharap pemuda harus tetap optimis dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang tidak diketahui kapan akan berakhir.
Sebab, pemuda yang merupakan bonus demografi akan menjadi kekuatan utama bagi kebangkitan Indonesia.
"Apakah ini akan membajak mimpi saudara semuanya atau ini akan kita ubah menjadi satu peluang. Situasi di hari kemerdekaan ini menjadi tantangan, kita memiliki optimisme untuk menjadi tantangan ini sebagai peluang dan kebangkitan Indonesia," tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya