Dark/Light Mode

Gerindra, Demokrat dan Berkarya Perang Kata-kata

Koalisi Adil Makmur Mulai Hancur-hancuran

Jumat, 17 Mei 2019 09:09 WIB
Capres 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama jajaran Indonesia Adil Makmur saat mengadakan pertemuan di Hotel Grand Sahid, Selasa (14/5). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).
Capres 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama jajaran Indonesia Adil Makmur saat mengadakan pertemuan di Hotel Grand Sahid, Selasa (14/5). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kisruh internal Koalisi Indonesia Adil dan Makmur (KIAM) yang mengusung Prabowo-Sandi semakin kencang. Setelah bersitegang antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat, kini giliran Partai Berkarya.

Berkarya dan Gerindra berbeda pendapat terkait permintaan boikot hasil pilpres. Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang meminta Prabowo konsisten. Jika menolak hasil pilpres, maka hasil pileg juga ditolak.

Baca juga : Politisi Yang Baik Tidak Hanya Mencaci, Tapi Mau Minta Maaf

Menurut Andi, penyelenggaraan Pemilu 2019 satu paket sehingga tidak ada perbedaan. “Undang-Undang Nomor 7 tentang Pemilu 2019 itu satu paket pilpres dan pileg.

Kalau berjuang jangan setengah-setengah. Sistemnya sama, kecurangan juga sama. Bahasanya juga harus sama. Pemilu curang berarti pilpres dan pileg curang,” ungkap Andi. Untuk itu, partai besutan Tommy Soeharto ini mempertegas dengan meminta Prabowo juga menolak hasil pileg, walaupun partainya berada di posisi tiga besar pemenang pemilu berdasarkan hasil sementara KPU.

Baca juga : SBY dan Prabowo Di Ambang Cerai

“Masyarakat sudah cerdas, apalagi kita ini para politisi dan peserta pemilu, jangan buat narasi yang membingungkan. Ini risiko pemilu gabungan. Perlu evaluasi menyeluruh,” kata Andi.

Untuk itu, Andi berharap Prabowo mendengarkan aspirasi dari partai koalisi pendukungnya, termasuk Berkarya. Dia juga menyinggung soal pihaknya yang tidak mendapat efek ekor jas atau coattail effect dari pencalonan Prabowo-Sandi.

Baca juga : Sandi: Demokrat & Koalisi Adil Makmur Makin Solid

Efek ekor jas dapat dimaknai sebagai pengaruh figur dalam meningkatkan suara partai di pemilu. Figur tersebut bisa berasal dari capres ataupun cawapres yang diusung.

“Koalisi juga perlu dengar aspirasi bawah tidak hanya kepentingan segelintir elite. Coattail effect pileg pada pilpres ini hanya dirasakan PDIP, Gerindra, dan PKB. Partai lain berjibaku sendiri-sendiri. Harusnya sama-samalah. Partai Berkarya walaupun baru toh punya andil juga,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.