Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Apalagi, berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia, 59,3 persen responden menyetujui Jokowi melakukan reshuffle. sementara itu, 32,8 persen lainnya menyatakan tidak setuju Jokowi melakukan kocok ulang jajaran kabinet.
Bagaimana tanggapan parpol? Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto mengatakan, pihaknya belum mendengar adanya rencana reshuffle kabinet oleh Presiden. “Sampai sekarang belum ada komunikasi kepada PAN kapan reshuffle, siapa yang di-reshuffle, itu belum ada,” kata Yandri.
Baca juga : Ganjar Tak Terpancing
Kendati begitu, Yandri mengatakan, partainya akan menyiapkan kader untuk ditempatkan di kabinet jika diminta. Menurutnya, PAN siap membantu Jokowi dalam pemerintahan.
Lebih lanjut, kata Yandri, partainya akan menunggu perkembangan atau dinamika terkait perombakan kabinet. Ia menegaskan, prinsipnya PAN akan siap hadir apabila diperlukan.
Baca juga : Resmi, Persik Kediri Talak Tiga Pelatih Gethuk
Direktur Charta Politica, Yunarto Wijaya menyoroti isu reshuffle yang sudah berbulan-bulan menjadi pemberitaan politik, tetapi tidak terjadi. Bagi Yunarto, isu reshuffle kabinet yang tidak kunjung realisasi itu, bukanlah hal positif.
Menurut Yunarto, Jokowi harus berani memberhentikan menteri-menterinya dari unsur parpol yang tidak bisa bekerja optimal. Selain itu, dia menyarankan, kepada Jokowi agar perihal reshuffle tidak dimaknai hanya sebatas tata koalisi.
Baca juga : Basarah: Bukti Pemerintah Hadir Untuk Umat
“Karena yang paling penting adalah bagaimana presiden memaknai ini sebagai sebuah evaluasi kinerja dari masing-masing kementerian,” ujarnya.
Sementara, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, reshuffle perlu untuk perubahan formasi koalisi. Jika PAN tidak dapat jatah menteri, buat apa bergabung ke pemerintah. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya