Dark/Light Mode

Polemik 52 Juta Data Pemilih Janggal

KPU Tuding Ada Upaya Delegitimasi Pemilu 2024

Senin, 19 Juni 2023 06:45 WIB
Koor­dinator Bidang Data dan Informasi KPU Betty Epsilon Idroos. (Foto: Antara)
Koor­dinator Bidang Data dan Informasi KPU Betty Epsilon Idroos. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Data pemilih yang masuk DPS itu, lanjut dia, juga ditempel di kantor desa/kelurahan. Masyara­kat, bisa mengecek apakah sudah masuk DPS atau belum lewat kanal cekdptonline.kpu.go.id.

Setelah menetapkan DPS, lanjut Betty, KPU kembali melakukan perbaikan data untuk mengoreksi data ganda dan data invalid. Hingga Jumat (16/6), perbaikan data ganda dan invalid sudah 99 persen.

Baca juga : Alumni Muda Unsri Dan Unila Deklarasi Dukung Ganjar Presiden 2024

“Setelah rampung 100 persen, KPU kabupaten/kota akan menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 20-21 Juni 2023,” pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Per­kumpulan Warga Negara Untuk Pemilu Jurdil, Dendi Susianto mengatakan, ditengarai ada 52 juta pemilih tidak wajar atau aneh.

Baca juga : KPU, Bawaslu Dan DKPP Sepakat Revisi PKPU

Data tersebut terdiri atas pe­milih belum cukup umur, pe­milih berusia di atas 100 tahun, pemilih ganda, dan pemilih dengan nama hanya satu atau dua huruf.

“Paling banyak (35 juta lebih) adalah pemilih yang alamatnya ter­tulis RT 0 dan RW 0,” sebut Dendi.

Baca juga : Gemira Dan Semeton Muslim Bali Deklarasi Dukung Prabowo Presiden 2024

Dia meminta KPU membersihkan data aneh tersebut karena berpotensi keliru dan dapat di­manfaatkan orang tidak bertang­gung jawab untuk melakukan kecurangan. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.