Dark/Light Mode

Bos KPU Sebut Pemilu Seperti Main Gaple

Kalah, Tanding Lagi Nggak Usah Ngambek

Sabtu, 2 September 2023 06:45 WIB
Ketua KPU Hasyim Asyari (tengah) didampingi seniman Sudjiwo Tedjo (kiri) dan Nasirun (kanan) memberi sambutan pada acara doa bersama Pemilu damai 2024 di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (31/8/2023). Acara tersebut untuk mengajak seluruh pihak untuk menciptakan Pemilu 2024 yang aman, damai dan berhasil menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik. (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp)
Ketua KPU Hasyim Asyari (tengah) didampingi seniman Sudjiwo Tedjo (kiri) dan Nasirun (kanan) memberi sambutan pada acara doa bersama Pemilu damai 2024 di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (31/8/2023). Acara tersebut untuk mengajak seluruh pihak untuk menciptakan Pemilu 2024 yang aman, damai dan berhasil menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik. (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp)

 Sebelumnya 
Terpenting, Hasyim menekankan, proses penyelenggaraan pemilu, bagaimana pun hasilnya, merupakan kehendak Tuhan. Jadi, kegiatan berdoa untuk kesuksesan pemilu menjadi penting.

Menurutnya, yang namanya bertanding dalam pemilu demokratis hasilnya tak bisa diprediksi.

“Selain bertanding, berkompetisi juga penting untuk berdoa supaya nyambung dengan suara langit,” kata Hasyim, mengingatkan.

Baca juga : Beroperasi Tak Sesuai Wilayah, KKP Tertibkan 3 Kapal Ikan Di Laut Aru

Hasyim juga menyinggung Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang sering digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menegaskan, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) sebagai penafsiran undang-un­dang selalu menyesuaikan putusan MK.

“Kalau gugatannya dikabulkan, KPU sebagai pelaksana undang-undang akan mengikuti apa putusan MK,” tegasnya.

Menurut Hasyim, regulasi tentang pemilu idealnya dilaksanakan sebelum tahapan pemilu berlangsung. Tujuannya, agar pelaksanaan pemilu memiliki dasar hukum yang jelas. Faktanya, sejumlah norma dalam UU Pemilu justru digugat ketika tahapan pemilu sudah dimulai.

Baca juga : Praktisi Kesehatan Sebut Perlunya Regulasi Untuk Cegah Anak-anak Pakai Vape

“Salah satunya ialah gugatan terhadap sistem pemilu proporsional terbuka yang akhirnya gugatan tersebut ditolak oleh MK. Orang menjadi waswas semua waktu itu,” ucapnya.

Hasyim mengatakan, substansi norma kepemiluan ada empat macam. Yaitu, daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi, syarat pencalonan dan syarat calon, metode pemberian suara, dan formula pemilihan untuk menentukan pemenang pemilu. Semestinya, empat hal ini sudah selesai sebelum tahapan dimulai.

“Sekarang, begitu pasal atau norma di undang-undang digugat di MK dan kemudian dikabulkan, mau tidak mau PKPU harus menyesuaikan norma baru tersebut,” katanya.

Baca juga : Bukan Cuma Tanah, Uang Juga Bisa Diwakafkan

Di tempat sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, peran Tuhan sangat krusial dalam menen­tukan kesuksesan Pemilu 2024.

“Semua pihak berdoa kepada Tuhan agar gelaran pesta demokrasi 2024 berjalan lan­car, tertib dan sukses,” ajak Tito.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 2/9/2023 dengan judul Bos KPU Sebut Pemilu Seperti Main Gaple, Kalah, Tanding Lagi Nggak Usah Ngambek

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.