Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Wacana Pilpres 2024 Hanya Dua Poros
Sulit, Tapi Bikin Happy
Selasa, 26 September 2023 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wacana wacana duet Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 berpotensi melahirkan dua poros. Meski sulit, tapi bisa membuat Presiden Jokowi happy, karena secara programatik, keberlanjutan terakomodirdengan baik.
“Saya rasa ini target dan mimpi beliau sebagai peta jalan mengalahkan pasangan Anies-Cak Imin,” ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Catat Nih, Caleg Terpilih Sudah Diketahui 20 Maret
Dalam pengamatannya, pesan simbolik keinginan Jokowi menduetkan Prabowo-Ganjar tersirat ketika Presiden mengunjungi area persawahan di Kebumen, Jawa Tengah, Maret 2023. Pertemuan itu, dianggapnya sebagai gelanggang lapangan Pemilu. “Jadi, trend mana yang unggul membajak di sawah, maka itu Capresnya,” kelakarnya.
Pengamat asal Sumatera Barat (Sumbar) ini menjelaskan sejumlah indikator kemungkinan terjadinya duet Prabowo-Ganjar. Di antaranya, mereka belum juga mengumumkan pasangan Cawapres. Situasi ini menunjukkan dua kesimpulan. Apakah Cawapres masing-masing diumumkan lastminute, atau justru Prabowo-Ganjar akan melebur. Jika melebur, akan menciptakan dua poros di kontestasi Pilpres 2024. Prabowo-Ganjar, representasi Presiden Jokowi, melawan Anies Baswedan-Cak Imin.
Baca juga : Muhammadiyah Soal Wacana 2 Poros Di Pilpres 2024: Polarisasi 2019 Bisa Terulang
“Itu artinya, poros keberlanjutan tidak terbelah dan terpecah suaranya. Sementara, poros perubahan suaranya solid, ini yang mungkin sedang dipelajari dan dihitung secara matematika politik plus minusnya dan untuk berhati hati agar tak salah dalam melangkah,” prediksinya.
Selain itu, kubu keberlanjutkan khawatir jika elektabilitas Anies-Cak Imin terus mengalami pertumbuhan hingga menjelang pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, jika jalan di tempat, bisa jadi poros Ganjar tidak akan melebur ke poros Prabowo. “Bagi saya yang terpenting wajib ada representasi poros perubahan dan poros keberlanjutan, supaya dua pemilih kubu ini merasa terakomodir dan terwakili aspirasinya,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya