Dark/Light Mode

Dinilai Sosok Paripurna, 3 Lembaga Survei Jagokan Yenny Wahid Jadi Cawapres 2024

Rabu, 4 Oktober 2023 14:38 WIB
Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid (Foto: Instagram Yenny Wahid).
Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid (Foto: Instagram Yenny Wahid).

 Sebelumnya 
Temuan survei Rumah Demokrasi menunjukkan sebanyak 55,6 persen responden merepson positif dan akan memilih cawapres perempuan.

Kemudian, sebanyak 21 persen tidak memilih, sebanyak 7,2 persen ragu-ragu dan 15,9 persen. Tidak Tahu/Tidak menjawab.

Dalam paparanya, Pimpinan Rumah Demokrasi Ramdansyah menilai bahwa peluang keterpilihan cawapares perempuan cukup besar di Pilpres 2024.

“Temuan survei ini menunjukkan bahwa hadirnya Cawapres Perempuan direspon positif publik khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan 55,6 persen publik akan memilih Cawapres Perempuan jika nantinya maju di kontestasi Pilpres 2024,” Jelas Ramdansyah.

Dalam paparannya, Ramdansyah, mengungkapkan saat responden diajukan pertanyaan dengan metode tertutup simulasi lima nama cawapres perempuan dengan pertanyaan: Jika Pilpres dilaksanakan hari ini anda memilih Cawapres siapa?

Ditemukan hasil mayoritas reponden menjawab memilih Yenny Wahid. Nama Yenny Wahid saat tersebut memiliki elektabilitas tertinggi.

Hasil survei Rumah Demokrasi menunjukkan elektabilitas Yenny Wahid sebesar 30,2 persen, kemudian disusul Khofifah Indar Parawansa 22,8 persen.

Nama lain yang muncul adalah Susi Pudjiastuti 17,7 persen, Sri Mulyani 12,6 persen dan Puan Maharani 8,7 persen. Sementara itu, sebanyak 8,1persen responden belum menentukan pilihan.

Sosok Cawapres Representasi Perempuan

Survei kedua dilakukan oleh Dialektika Institute dimana Nama Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid meraih elektabilitas tertinggi sebagai cawapres perempuan di basis Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Pilpres 2024.

Baca juga : Politisi PDIP: Nyaris Mustahil, Ganjar Pranowo Jadi Cawapres 2024

"Sebanyak 27,6 persen responden survei memilih nama Yenny Wahid sebagai kandidat Calon Wakil Presiden," kata Direktur Riset Dialektika Institute Mheky Polanda.

Sementara sebanyak 25,4 persen memilih nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Perempuan lain ada nama Ketua DPR RI Puan Maharani.

Menurutnya, survei Dialektika Institute dilakukan untuk mendalami isu mutakhir yang muncul di ruang publik, yaitu munculnya kandidat potensial calon wakil presiden untuk Pilpres 2024 dari kalangan perempuan.

Pada survei ini, juga dilakukan pengukuran terhadap elektabilitas Cawapres melalui simulasi nama pasangan dengan pertanyaan tertutup "Jika Pilpres 2024 dilakukan hari ini anda akan memilih Cawapres siapa?

 Simulasi pasangan Capres-cawapres pasangan Prabowo-Yenny Wahid mendapat dukungan sebesar 40,7 persen dari responden. Sementara simulasi pasangan Ganjar Pranowo-Yenny Wahid memperoleh dukungan sebesar 32 persen dari responden.

Cawapres Representasi NU dan Milenial

Sementara itu survei terbaru dilakukan Lembaga Survei Independen Nusantara (LSI-Nusantara).

Dalam survei yang dirilis Minggu (1/10) ini, LSIN merilis hasil jajak pendapat soal sosok bakal calon wakil presiden (Bacawapres) perempuan.

Hasilnya, melalui simulasi pertanyaan tertutup terkait siapa sosok Bacawapres pilihan responden, jawaban tertingginya adalah Yenny Wahid.

"Saat responden diajukan pertanyaan, jika Pilpres dilaksanakan hari ini anda memilih Cawapres Perempuan siapa? dengan simulasi 5 nama Yenny Wahid memperoleh elektabilitas tertinggi 31,6 persen," kata Yasin Mohammad selaku founder dari LSI Nusantara dalam keterangan diterima, Senin (2/10).

Baca juga : Gubernur Sumsel Ajak Warga Doakan Apriyadi Jadi Bupati Muba 2024-2029

Adapun empat nama setelah Yenny adalah Khofifah Indar Parawansa (29,0 persen) di posisi kedua, kemudian Susi Pudjiastuti (9,2 persen) dan posisi keempat adalah Puan Maharani (7,2 persen) dan terakhir ada nama Sri Mulyani (4,0 persen). Sementara yang tidak menjawab atau belum menentukan pilihan 19,0 persen.

Yasin melanjutkan, kelima nama tersebut coba dikerucutkan oleh LSI Nusantara menjadi tiga kandidat. Hasilnya, nama Yenny tetap yang paling unggul.

"Saat disodorkan 3 nama dengan simulasi tertutup Yenny Wahid memperoleh elektabilitas tertinggi 34,4 persen, Khofifah Indar Parawansa 33,6 persen, Puan Maharani 9,7 persen dan yang tidak menjawab atau belum menentukan pilihan 22,3 persen," tandas Yasin.

Kemudian, untuk berpasangan dengan Prabowo dengan simulasi tertutup, Prabowo-Yenny Wahid memperoleh elektabilitas tertinggi yaitu mencapai 38,2 persen, Prabowo-Khofifah 37,0 persen, Prabowo-Puan Maharani 29,6 persen.

Terkait bakal calon wakil presiden (cawapres) dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Ada empat nama dari NU muncul antara lain Erick Thohir, Yenny Wahid, Mahfud MD, dan Khofifah Indar Parawansa.

Yasin mengatakan elektabilitas Ganjar tertinggi bila menggandeng Yenny Wahid. Angkanya mencapai 33 persen.

"Sedangkan simulasi Ganjar dengan Erick Thohir 32,8 persen, dengan Mahfud MD 30,4 persen, dan dengan Khofifah 30,2 persen," ujar dia.

Senada, elektabilitas Prabowo tertinggi bila berpasangan dengan Yenny yang mencapai 38,2 persen. Sedangkan simulasi Prabowo dengan Erick Thohir 38,1 persen.

"Berikutnya simulasi Prabowo dengan Khofifah 37 persen dan dengan Mahfud MD 36,4 persen," jelas Yasin.

Jika dilakukan simulasi pasangan dengan representasi Cawapres Millenial pasangan Ganjar-Yenny Wahid memperoleh elektabilitas tertinggi 33,0 persen, Ganjar-Erick Thohir 32,8 persen, Ganjar-Mahfud MD 30,4 persen dan Ganjar-Khofifah Indar Parawansa 30,2 persen, Ganjar-AHY 25,3 persen, Ganjar-Puan Maharani 27.0 persen, dan Ganjar-Gibran 31,2 persen.

Baca juga : Kamis Besok, Demokrat Umumkan Sikap Resmi Dukungan Capres 2024

Yasin menjelaskan, hasil survei LSIN menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemilih untuk memilih cawapres perempuan sangat tinggi. Dengan 71 persen cawapres perempuan akan dipilih oleh responden.

Sementara, cawapres representasi milenial 19 persen mempertimbangkan akan dipilih. Kemudian, cawapres representasi NU akan dipilih oleh responden dengan tingkat partisipasi 35 persen dan cawapres representasi etnis Jawa akan dipilih dengan tingkat partisipasi sebesar 30 persen.

Survei LSIN ini dilakukan secara nasional melalui telepolling dengan melibatkan 1200 responden.

Metodologi survei dilakukan dengan menelepon responden yang sebelumnya pernah menjadi responden terpilih dalam survei LSIN.

Pemilihan responden dilakukan secara acak sistematis program komputerisasi yaitu dengan memasukkan database nomor telepon.

Survei LSIN memiliki tingkat kepercayaan survei 95 persen dan margin of error sebesar ± 2,8 persen.

Partisipasi pemilih cenderung tinggi untuk memilih cawapres perempuan dengan 71 persen responden akan memilihnya.

Sementara di segmen representasi milenial cenderung bersikap apatis dengan hanya 19 persen akan memilih cawapres representasi milenial dan sebagian besar memilih netral dia atas 50 persen. Pun demikian pada cawapres representasi NU, dan etnis Jawa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.