Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Bali merupakan kandang PDIP kedua setelah Jawa Tengah. Sejak reformasi 1998, partai berlambang banteng tersebut selalu mendominasi di setiap Pemilu di Pulau Dewata. Bahkan, pada Pemilu 2019, PDIP sukses mengamankan enam dari sembilan kursi. Untuk Pemilu 2014, PDIP diprediksi akan tetap dominan, meski ada penurunan suara.
Pada Pemilu 2019, PDIP meraih 1.257.590 di Bali. Angka ini jauh mengungguli Golkar di peringkat dua yang mendapat 382.607 suara. Demokrat berada di urutan ketiga dengan 118.830 suara.
PDIP pun berhasil mengunci enam kursi Senayan. Yaitu I Made Urip, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, I Nyoman Parta, I Wayan Sudirta, I Gusti Agung Rai Wirajaya, dan I Ketut Kariyasa Adnyana. Golkar mendapat dua kursi, yaitu Gde Sumarjaya Linggih dan Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra. Demokrat kebagian satu kursi yaitu Putu Supadma Rudana.
Baca juga : 3 Kali Pemilu Tak Ada Yang Dominan
Di Pemilu 2024, empat petahana PDIP akan maju kembali. Yakni I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, I Wayan Sudirta, I Ketut Kariyasa Adnyana, dan I Nyoman Parta. Sedangkan I Made Urip dan I Gusti Agung Rai Wirajaya absen, Mereka diganti dengan muka baru yang tetap memiliki basis dan jaringan mengakar di Bali. Mereka adalah Anggota DPRD Bali I Gusti Ayu Aries Sujati, Ketua Dewan Pertimbangan Daerah DPD PDIP Bali I Nyoman Adi Wiryatama, istri pengelingsir Puri Agung Peliatan Kecamatan Ubud Sagung Ratu Sri Jaya Laksmi, Anggota DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta, dan Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa.
Mereka akan ditantang nama-nama populer. Seperti, PKB mengusung pemerhati sosial budaya Surya Nata Putra dan pendiri Bali Ekonomi Kreatif Eko Budi Cahyono. Kemudian, Gerindra mengusung pebisnis I Dewa Gede Agung Widiarsana, anggota DPD RI Gede Ngurah Ambara Putra, motivator Putu Suprapti Santy Sastra dari Gerindra.
Dari Golkar, selain dua nama petahananya, juga menerjunkan Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry dan mantan Dirjen Pemasyarakat I Wayan K Dusak.
Baca juga : Dubes Ubaedillah Bangga Pramuka Indonesia Ramaikan Jambore ke-5 Brunei
Untuk Demokrat, selain mengandalkan petahana, Putu Supadma Rudana, mereka juga menurunkan politisi kawakan. Salah satunya, Ketua DPD Demokrat Bali I Made Mudarta.
NasDem juga tak mau kalah. Partai besutan Surya Paloh ini memasang pengusaha I Nengah Senantara, Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Bali Ida Ayu Ketut Candrawati, mantan Ketua DPW Partai Nasdem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik DPW NasDem Bali Luh Putu Nopi Seri Jayanti dan yang lainnya.
Lalu, bagaimana peta pertarungan para caleg ini di Pemilu 2024? Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memprediksi, caleg-caleg PDIP akan tetap berjaya di Bali.
Baca juga : Petahana Masih Di Atas Angin
"Pemilih di Bali tidak saja loyal pada partai, tetapi juga pada Megawati sebagai simbol. Untuk itu, PDIP masih cukup optimis untuk memenangi Pemilu 2024 di Bali," ucap Dedi, kepada Rakyat Merdeka, Jumat (15/12/2023).
Menurut Dedi, suara PDIP di Bali akan tetap menjadi yang tertinggi di Pemilu 2024. "Meskipun ada potensi penurunan suara, tetapi terbaca tidak signifikan," pungkas dia.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka, edisi Sabtu (16/12), dengan judul “Dapil Bali: PDIP Tetap Mendominasi, Tapi Agak Turun”.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya