Dark/Light Mode

Prabowo Ungkap Hikmah dari Kekalahan: Saya Belajar

Sabtu, 16 Desember 2023 20:46 WIB
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto (kiri) saat menghadiri acara Konsolidasi Posko Pemilih Prabowo-Gibran (Kopi Pagi), di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (16/12). (Foto: Istimewa)
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto (kiri) saat menghadiri acara Konsolidasi Posko Pemilih Prabowo-Gibran (Kopi Pagi), di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (16/12). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengungkap pelajaran dan hikmah atas kekalahannya saat mengikuti kontestasi Pilpres. Salah satunya, untuk belajar.

“Saya juga merasa, mungkin, ada maksudnya saya harus kalah dua kali. Biar Prabowo, kau belajar dulu,” ucap Prabowo, saat menghadiri acara Konsolidasi Posko Pemilih Prabowo-Gibran (Kopi Pagi), di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (16/12).

Baca juga : Pernyataan Prabowo Soal Penegakan HAM Papua Dinilai Bukan Solusi

Kini, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengaku sudah banyak belajar dan meyakini satu hal. “Alhamdulillah saya sudah banyak belajar. Saya sekarang meyakini satu dalil yang sangat penting. Dalil yang saya menyesal tidak belajar sejak saya muda,” kata Prabowo.

Kata Prabowo, dalil itu berbunyi 1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Artinya, pemimpin-pemimpin Indonesia, seluruh lapisan, sampai dengan relawan-relawan harus bekerja keras untuk mencari kawan, bukan mencari musuh.

Baca juga : Prabowo-Gibran Dorong UMKM dengan Gerakan Ekonomi Kerakyatan, Ini Kelebihannya

“Mencari musuh, membuat orang tidak suka sama kita, gampang. Tetapi mencari kawan, tidak gampang, sangat sulit. Karena itu, kita harus akui kepemimpinan, kenegarawanan pemimpin-pemimpin kita. Pak Jokowi walaupun menang mengajak yang dikalahkan bersatu. Ini kenegarawanan. Ini leadership, ini kepemimpinan,” pesan Prabowo.

Ia lalu bercerita bagaimana terdapat pemimpin-pemimpin di luar negeri yang mempertanyakan keputusan Prabowo untuk bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi, meski sebelumnya mereka sempat menjadi rival.

Baca juga : Capres 03 Ganjar Pranowo Serba Sat Set, Dari Atas Sampai Bawah

"Ya saya jawab, itulah Indonesia. Karena di Indonesia kita punya sifat kekeluargaan. Sifat kita adalah kekeluargaan, kita semua bersaudara. Walaupun suku kita berbeda, walaupun mungkin agama kita berbeda, tetapi hati kita bersaudara. Kita bisa hidup bersama dan ini takdir kita," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.