Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Ninis sangat menyayangkanlaporan dana awal kampanye paslon capres-cawapres. Pasalnya, publik hanya bisa mengakses laporan dana kampanye untuk masing-masing paslon. "Kalau penggunaan dana kampanye dari parpol baru dapat diaksespada Januari 2024," kata dia.
Apalagi, kata Ninis, KPU tidak pernah mengumumkan waktu yang pasti, kapan laporan sumbangan dana kampanye bisa diakses publik. "Tiba-tiba KPU membukanya begitu saja di platform mereka," kata dia.
Selain itu, kata Ninis, dalam data laporan penggunaan dana kampanye juga belum menunjukkan adanya data soal sumbangan. "Apakah sumbangan tersebut bersumber dari paslon, individu, atau badan hukum," tanya dia.
Baca juga : Kunker Ke Sulsel, Mentan Amran Serukan Komitmen Swasembada Pangan
Lebih lanjut, Ninis menjelaskan, pemilih muda akan mendominasi pada Pemilu 2024. Pemilih dengan kategori Gen Z dan millenial mencapai 55 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024 sebanyak 204 juta orang.
"Hasil riset dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa sumber utama informasi pemilih muda berasal dari media sosial (medsos)," katanya.
Sementara medsos, lanjut dia, memberikan informasi yang beragam, yang tidak semuanya tervalidasi. Sehingga, kata dia, berpotensi memicu kebingungan publik dan miskomunikasi.
Baca juga : Terkait Transparansi Dana Kampanye, AMIN Dilaporkan Ke Bawaslu
"Pemilih muda zaman sekarang lebih menyerap informasi dari video yang enggak panjang-panjang, Misalnya cuma 30 detik dan 1 menit yang belum tentu mendapatkan gambaran utuh tentang kebenaran informasi," jelasnya.
Kata Ninis, debat capres-cawapres biasanya berlangsung dalam jangka waktu selama 2 jam. Tapi, kata dia, ketika sudah masuk dalam dunia medsos, debat yang panjang itu hanya dalam bentuk potongan video yang relatif sangat pendek.
"Di platform digital bisa jadi itu cuma potongan-potongan aja yang diambil tanpa tahu konteks pertanyaannya soal apa, mendiskusikan soal apa," kritiknya
Baca juga : Erwin Aksa Bakal Perjuangkan Masalah Perut Warga Jakarta
Melihat hal ini, Ninis meminta generasi muda untuk kritis melakukan recheck dan mencari tahu kebenaran informasi melalui platform digital dari sumber yang terpercaya. "Bagaimana pentingnya teman-teman muda ini bisa mendeteksi informasi mana yang valid, informasi mana yang tidak benar," saran Ninis.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa 26/12/2023 dengan judul Pelaporan Dana Kampanye Masih Penuh Tanda Tanya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya