Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD agak ragu dengan hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres selama ini. Pasalnya, hasil survei tersebut terkadang berbeda-beda. Untuk itu, TPN meminta semua pihak tidak terkecoh dengan hasil survei.
“Jangan percaya pada hasil survei. Kami fokus pada pekerjaan untuk memenangkan Ganjar-Mahfud dan biarkan masyarakat memilih sesuai hati nuraninya,” ujar Ketua TPN Ganjar Mahfud, Arsjad Rasjid, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (27/12).
Baca juga : Standar Ganda Tanggapi Survei
Seperti diketahui, dua lembaga survei baru saja merilis hasil survei. Terbaru, CSIS mengumumkan hasil survei dengan mengambil data pada periode 13-18 Desember 2023. Pada hasil survei tersebut, elektabilitas Ganjar-Mahfud sekitar 19,4 persen atau tertinggal dari kedua pasangan Capres-Cawapres lainnya.
Dalam konferensi pers, Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes mengatakan, survei tersebut dilakukan sehari setelah Debat Capres pertama berlangsung. Ketiga calon masih memiliki waktu dan harapan dalam menentukan kerja politik. Situasi politik tersebut bisa saja dapat mengubah elektabilitas, baik naik maupun turun, termasuk karena faktor debat.
Baca juga : Jubir TPN Ganjar-Mahfud Ingatkan Publik Jangan Takut Perjuangkan Demokrasi
Indikator Politik Indonesia juga merilis hasil elektabilitas dengan sample yang diambil pada periode 23-24 Desember 2023. Hasilnya, elektabilitas Ganjar-Mahfud berada di posisi kedua, dengan 24,5 persen.
Sebelumnya, Ketua Badang Pengurus SETARA Institute Ismail Hasani menyerukan agar lembaga survei bersikap netral dalam kinerja masing-masing terkait Pemilu 2024. “Posisi lembaga survei ini tidak pernah kita tahu, apakah mereka merangkap sebagai konsultan politik, atau juru kampanye,” ujar Ismail.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya