Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Gibran Tegaskan Hilirisasi Industri: Indonesia Tak Boleh Lagi Ekspor Bahan Mentah
Minggu, 21 Januari 2024 21:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan visi misinya dalam debat keempat cawapres yang digelar KPU di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (21/1).
Dalam paparannya, Gibran menegaskan, ke depan Indonesia tidak boleh mengekspor bahan mentah dan harus memproduksi bahan tersebut di dalam negeri melalui program hilirisasi industri.
Baca juga : Relawan RKB dan Brigade Indonesia Maju Inisiasi Forum Silaturahmi Ulama
"Indonesia negara besar, kita harus bersyukur Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya. Di antaranya kita memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, timah terbesar nomor 2 di dunia. Oleh karena itu, program hilirisasi harus dilanjutkan dan diperluas cakupannya," kata Gibran.
Cakupan ini, lanjutnya, tidak hanya hilirisasi tambang, tapi sektor hilirisasi pertanian, maritim dan juga hilirisasi digital. Menurut Gibran, mengurangi ekspor barang mentah akan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Baca juga : Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Mandiri: Jangan Kira Bangsa Lain Sayang Sama Kita
"Kita mendorong transisi energi hijau seperti bioavtur, biodiesel dan bioetanol yang sudah dilakukan meliputi B35 dan B40," jelasnya.
"Potensi energi baru terbarukan kita juga sudah luar biasa, bisa mencakup 3.686 Gigawatt, yang meliputi energi surya, air, angin, bio energi dan panas bumi. oleh karena itu pentahelix wajib didorong," terang Gibran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya