Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Izin Desak Anies Dicabut, Nusron: Harusnya AMIN Evaluasi, Bukan Malah Salahkan TNI
Selasa, 23 Januari 2024 21:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, menanggapi isu dicabutnya izin ‘Desak Anies’ di Museum Diponegoro, Yogyakarta, yang merupakan aset milik TNI. Menurut Nusron, pihak Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) seharusnya melakukan evaluasi internal dalam penentuan tempat kampanye.
“Harusnya evaluasi, bukan malah menyalahkan TNI dan memposisikan diri sebagai korban. Karena kasus Diponegoro ini bukan yang pertama. Ada kejadian lain ketika mereka juga mau menggunakan fasilitas negara,” kata Nusron, kepada wartawan, Selasa (23/1).
Baca juga : Ganjar & Anies Kompak Isu Perubahan, Nusron Wahid: Insya Allah yang Menang Keberlanjutan
Karena kejadian yang berulang tersebut, Nusron justru menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan pihak AMIN.
“Mungkin juga ini by design, sengaja menjebak. Sekarang terungkap bahwa mereka menggunakan nama pihak ketiga sehingga pengelola tidak tahu museum akan digunakan kampanye. Setelah ketahuan, izinnya dicabut justru malah bersikap dizalimi TNI, bersikap menjadi korban. Strategi ini kurang etis,” tutur Nusron.
Baca juga : Mimbar Rakyat, Harusnya Negara Jamin Kebebasan Masyarakat Berbicara
Nusron kemudian menghimbau agar semua pihak mulai menggunakan cara-cara yang baik dalam berkampanye.
“Kasihan TNI kita disalahkan terus. Rakyat Indonesia juga menonton kita karena ini kontestasi jadi pemimpin negara. Kalau memang dari awal proses izin tempat saja sudah tidak jujur, bagaimana memimpin negara. Nggak bahaya tah.” pungkas Nusron.
Baca juga : Leontinus Alpha Edison: Berjuang Bersama AMIN Sebuah Relevansi Mewujudkan Kesejahteraan
Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar telah mengkonfirmasi bahwa Museum Diponegoro adalah aset TNI dan tidak boleh digunakan untuk kampanye sebagai bentuk komitmen netralitas. Bahkan Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi menjelaskan kronologi di balik izin dari acara ‘Desak Anies’ tersebut.
"Saat itu ada rencana akan dipinjam oleh satu organisasi, pengelola monumen tidak mengetahui bahwa monumen tersebut akan digunakan untuk kegiatan salah satu paslon. Namun pada saat diketahui bahwa monumen akan digunakan sebagai tempat kegiatan salah satu paslon, maka pihak yayasan membatalkan peminjaman tersebut," kata Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya