Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan mengimbau masyarakat tidak menanggapi secara berlebihan hasil hitung cepat (quick count) Pemilu 2024. Yusak meminta masyarakat menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU.
"Memang ada enam lembaga survei melalui hitung cepat atau quick count yang menyatakan pasangan 02 Prabowo-Gibran meraih suara terbanyak, tapi lebih baik menunggu KPU," kata Yusak, Kamis (15/2/2024).
Baca juga : Timnas AMIN Tunggu KPU Selesaikan Rekapitulasi Suara
Menurut Yusak, hasil hitung cepat itu bisa menjadi gambaran awal terkait hasil Pilpres.
Selain itu, jika ada pelanggaran selama Pilpres, Yusak mengimbau masyarakat untuk menggunakan mekanisme hukum.
Baca juga : Nusron Instruksikan Timses Tak Jumawa dan Kawal Ketat Rekapitulasi Suara
"Mari kita jaga demokrasi dan hormati proses Pilpres," tegasnya.
Sebelumnya, pasangan Capres-Cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD belum menyerah sekalipun berdasarkan hasil quick count (hitung cepat) berada di urutan paling buncit.
Baca juga : Prabowo-Gibran Menang Versi Quick Count, Jokowi: Tunggu Hasil Resmi KPU
Alasannya, karena hasil hitung cepat bukan keputusan KPU. Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid meminta seluruh pendukung pasangan calon nomor urut 03 untuk tetap tenang. Menunggu hasil final tabulasi suara yang dilakukan secara manual oleh KPU.
"Saudara-saudara, Pemilu telah kita lewati. Saya berharap, semua barisan pendukung dan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menunggu hasil final tabulasi suara yang dilakukan secara manual oleh KPU," kata Arsjad, Rabu (14/2/2024).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya