Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ditanya Mau Jadi Cagub jakarta, Jawab Nggak Mikir... Nggak Mikir...
Gibran Jiplak Jokowi
Minggu, 28 Februari 2021 06:35 WIB
Sebelumnya
Apalagi, Pilkada serentak termasuk DKI Jakarta, baru digelar tahun 2024. Tentunya masih cukup lama. Justu Gibran mengaku, lebih memikirkan untuk maju di Pilkada Solo periode kedua. “Semua sesuai keinginan warga Solo saja. Kalau nggak dipilih dua periode, ya udah. Tapi kita nggak mikir itu (Jakarta),” tandas politisi PDIP itu.
Politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno meminta publik menyudahi pergunjingan politik terhadap Gibran. Jangan membangun harapan di tengah ketidakpastian masa depan.
Baca juga : Artidjo Naikin Pamor Jokowi
“Dalam politik berlaku adagium dan prinsip “one step at a time”. Buat apa tergesa-gesa membuat dugaan. Sekarang musim bekerja, membangun reputasi, dan melayani rakyat,” ujar Hendrawan kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (27/2).
Dia mengajak publik menghilangkan kebiasaan melakukan glorifikasi suatu jabatan. “Belum apa-apa orang dibelenggu dengan iming-iming jabatan lebih tinggi. Kurang mendidik untuk bangunan demokrasi masa depan,” tukas anggota Komisi XI DPR itu.
Baca juga : Memangnya Sandi Nggak Punya Malu?
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniasyah menilai, Gibran sulit menembus ketatnya persaingan menjadi DKI-1. Karena ilmu dan strategi politik Gibran belum sematang ayahnya. “Gibran terlalu dini, sementara Jokowi dulu dalam kondisi sangat matang sebagai politisi,” tutur Dedi, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, Sabtu (27/2).
Momentum kemunculan anak dan ayah itu pun berbeda. Jokowi muncul di waktu yang tepat saat masyarakat mendambakan pemimpin yang merakyat. Jokowi berhasil mengambil hati rakyat hingga dipercaya menjadi Gubernur DKI dan sekarang Presiden.
Baca juga : Jagoan Lokal Nggak Ndongkrak Jokowi
“Secara psikologis, kemunculan Gibran dan Jokowi berbeda. Jokowi muncul saat publik kehausan tentang sosok pemimpin merakyat, dan Jokowi berhasil mengambil momentum itu,” papar jebolan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Menurutnya, IPO sendiri sedang menghimpun hasil surveinya terkait sosok yang berpeluang nyagub di DKI. Dia memasulkan nama-nama besar yang lebih dulu populer dibandingkan Gibran. Meski demikian, dia menyertakan Gibran dalam surveinya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya