Dark/Light Mode

Diingatkan Bawaslu Kalsel

Awas, Kampanye Brutal Makin Marak Di Medsos

Senin, 15 Nopember 2021 07:10 WIB
Kordiv Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Kalsel Nur Kholis Majid. (Foto: Istimewa)
Kordiv Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Kalsel Nur Kholis Majid. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti postingan kampanye hitam, atau saling hujat di media sosial (medsos). Dikhawatirkan, kampanye brutal ini makin marak di Pemilu dan Pilkada 2024.

Dari catatan Bawaslu Kalsel saat pelaksanaan Pilkada Kalsel 2020, ada akun medsos berhasil di-take down karena melakukan kampanye di luar aturan

Padahal akun medsos milik calon maupun tim pemenangan sudah didaftarkan ke KPU dan diawasi saat Pilkada lalu. Nyatanya, tetap saja ada yang memanfaatkan meski sudah harus dinonaktifkan. Modelnya macam-macam. Yang paling banyak adalah berganti nama.

Berita Terkait : Awas, Mafia Bola Makin Subur

“Akun itu tetap yang dulu dengan isi konten kegiatan calon. Hal seperti ini harus ada regulasi baru, agar pengawasan lebih optimal,” kata Kordiv Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Kalsel Nur Kholis Majid, kemarin.

Pada Pilkada 2024, lanjut Nur Kholis, akan menjadi tantangan lebih berat untuk melakukan pengawasan. Khususnya di medsos.

Menurut Nur Kholis, medsos membuat semua orang, khususnya pendukung bisa melakukan apa saja demi mendukung sang calon. Karena semakin mudah inilah, banyak medsos yang isinya menghujat calon lain atau black campaign.

Berita Terkait : Rachel Vennya, Minta Maaf Bikin Marah Dan Kecewa

“Sebelum Pilkada, atau saat Pemilu Legislatif (Pileg), 3 medsos berhasil kami take down. Isinya sudah tak sesuai aturan, bahkan mengarah ke SARA,” bebernya.

Ditanya bagaimana upaya pengawasan saat Pemilu 2024 terhadap serbuan kampanye terselubung di medsos, Nur Kholis mengatakan, pengawasan partisipatif dari masyarakat sangat diperlukan. Keterbatasan sumber daya di Bawaslu dipastikan tak akan mampu mengawasi semua medsos yang jumlahnya tak sebanding.

“Yang pasti, ketika ada laporan, kami akan menindaklanjuti. Contohnya, saat Pilkada lalu kami merekomendasikan ke KPU karena ada medsos dari calon yang masih aktif saat Pemungutan Suara Ulang (PSU),” ujarnya.

Berita Terkait : ASN PUPR Di Banjarmasin Dibuatkan Rusun, Kerjanya Harus Makin Semangat

Nur Kholis mengaku, Bawaslu Pusat berencana membentuk tim khusus dari berbagai biro sebagai tim yang bekerja khusus mengawasi medsos selama tahapan Pemilu.
 Selanjutnya