Dewan Pers

Dark/Light Mode

Punya Nilai Historis Tinggi, Ketua DPD Minta Lawang Kuari Dilestarikan

Sabtu, 30 Oktober 2021 05:29 WIB
Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Humas DPD)
Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Humas DPD)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keberadaan objek wisata Lawang Kuari di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menarik perhatian Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, saat dia mengunjungi tempat tersebut, Jumat (29/10).

Karena itu, LaNyalla meminta Lawang Kuari untuk dijaga dan dilestarikan. Lawang Kuari memiliki nilai historis tinggi, yang berkaitan erat dengan keberadaan Kerajaan Kusuma Negara Sekadau. Sayangnya, banyak coretan cat semprot dari tangan-tangan jahil.

"Lawang Kuari memiliki nilai historis tinggi, dan berkaitan erat dengan proses pembangunan peradaban di Sekadau. Oleh karena itu, saya meminta agar dirawat dan dilestarikan dengan baik," ujar LaNyalla.

Berita Terkait : Sumpah Pemuda Di Masa Pandemi, Patrika Minta Kaum Muda Bangkit Dan Tetap Produktif

Senator asal Jawa Timur itu meminta Pemerintah Daerah (Pemda)memberi perhatian lebih untuk menjaga dan merawat Lawang Kuari.

"Penataan memang telah dilakukan. Tapi, jika Lawang Kuari dirawat dengan baik, masyarakat tentu akan mengenal lebih baik sejarah kebudayaan mereka. Apalagi Lawang Kuari sudah menjadi objek wisata. Tentu pemda harus memberi perhatian lebih," tuturnya.

Saat berkunjung ke Lawang Kuari, Ketua DPD didampingi Senator Andi Muhammad Ihsan (Sulsel), Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifuddin, dan Ketua Tim Pokja Kerajaan Nusantara Yurisman Star.

Berita Terkait : Peduli Lingkungan, Acer Luncurkan Laptop dari Daur Ulang

Turut mendampingi Raja Kusuma Negara Sekadau Pangeran Agung Sri Negara II Gusti Muhammad Effendi dan Abang Mohd Firman Pangeran Bendahara Kusuma Negara. Lawang Kuari sendiri cukup unik, karena letaknya berada di seberang Sungai Kapuas.

Untuk menjangkaunya, kita harus menyeberang menggunakan kapal. Lawang Kuari memiliki tiga goa. Pertama, adalah milik suku dayak, kedua dimiliki oleh suku melayu, serta yang terakhir adalah milik etnis Tionghoa.

Ada cerita yang menarik di tempat ini. Konon, jika kita berhasil menembus goa, kita bisa melihat istana dari Kerajaan Pangeran Agung.
 Selanjutnya