Dark/Light Mode

Tanpa Pungutan Sampai Ke Kamar

Kamis, 23 Desember 2021 06:40 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

 Sebelumnya 
Apa kita akan terus dikejutkan heboh-heboh berikutnya? Mestinya tidak, kalau sistemnya berjalan baik, pengawasannya ketat, serta antisipasinya cepat.

Dalam kasus-kasus seperti ini, biasanya ada yang menari-nari di wilayah gelap. Bermain di air keruh. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan orang lain.

Baca juga : Viral Dan Laporan Kambing Hilang

Ada juga yang berprinsip, “kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah!”. Istilah “uang rokok, uang uang jalan, uang kopi, uang tutup mulut” dan sejenisnya, bermunculan.

Mestinya, pengawasannya diperketat. Antisipatif. Koordinasi diperkuat. Tidak menganggap remeh hal-hal yang tampaknya sepele. Di era serba viral seperti sekarang, hal-hal kecil bisa cepat menyebar dan membesar.

Baca juga : Vaksin Dan Langkah Kaki

Untuk dua fasilitas karantina Covid-19 terpusat yakni Wisma Atlet Pademangan dan Rumah Susun Pasar Rumput misalnya, kemarin diberitakan hampir terisi penuh oleh WNI yang baru pulang dari luar negeri.

Dua tempat itu menjadi lokasi karantina para pekerja migran Indonesia, pelajar atau mahasiswa, serta PNS yang yang melakukan perjalanan dinas internasional. Biaya karantinanya ditanggung pemerintah.

Baca juga : Harapan Baru Bernama Kortas

Kita mengapresiasi langkah cepat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang menyediakan tiga lokasi karantina baru; Rusun Penggilingan Jaktim, Rusun Daan Mogot, Jakbar, dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta, Jaksel.

Langkah ini perlu diimbangi penanganan dan kesiapan di lapangan. Mulai dari bandara sampai ke kamar karantina. Jangan ada pungli atau suap-menyuap. Tutup semua celah. Jangan sampai ada kasus Rachel Vennya baru. Karena pengulangan kasus, walaupun sepele, bisa menodai bahkan merusak hal-hal besar. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.