Dark/Light Mode
Wartawan Senior
Sebelumnya
Dulu juga pernah ada pernyataan seorang pejabat yang mengatakan, “Kalau takut kena ombak, jangan tinggal di tepi pantai”. Pernyataan tersebut dia sampaikan menyusul terjadinya tsunami di Mentawai.
Ada juga pejabat yang meminta rakyat “diet” untuk menyiasati kenai kan harga beras. Pejabat lainnya me ngatakan bahwa kemiskinan menjadi akar kriminalitas.
Pernyataan-pernyataan kontroversi itu mestinya menjadi pelajaran penting bagi pejabat lainnya. Di sinilah perlunya sekadar empati. Ikut merasakan dan menyelami apa yang dirasakan rakyat. Jangan justru menambah beban rakyat.
Baca juga : Membuka Topeng Rasis
Empati bisa diwujudkan dalam berbagai kebijakan dan tindakan serius. Intervensi serta koordinasi yang konsisten, tegas dan jelas. Tidak panas panas tai ayam.
Kasus minyak goreng misalnya, sudah berlangsung cukup lama. Masuk bulan keempat. Beberapa langkah sudah dilakukan, tapi kenapa minyak goreng masih langka dan mahal? Tentu ada sesuatu yang perlu dikerjakan lebih serius dan konsisten.
Apalagi sekarang ada perang Rusia-Ukraina yang bisa membuat harga minyak ikut melonjak, mestinya mem buat pemangku kebijakan lebih ekstra lagi mencari jalan keluar.
Baca juga : Menghukum Oligarki
Perang yang belum jelas kapan akan berakhir itu, juga bisa mempengaruhi harga gandum. Karena, Indonesia banyak mengekspor gandum dari Ukraina. Gandum ekspor itu merupakan bahan baku mie instan yang sudah menjadi “makanan pokok kedua” orang Indonesia. Apa jadinya kalau “makanan pokok” itu ikut mahal?
Peristiwa-peristiwa pemicu kenaikan itu, sesungguhnya bisa diantisipasi serius, koordinatif, dan konsisten. Untuk mengurangi beban rakyat. Karena, itulah sesungguhnya intisari kebijakan.
Kendalikan harga! Kendalikan diri, jangan tergoda yang macammacam! Kendalikan pernyataan! Kalau tidak, dampaknya bisa kemana-mana. Meluas dan panjang.
Baca juga : Bahaya Dendam Politik
Jangan sampai rakyat yang sudah kepayahan akibat Covid-19, bertambah payah dan susah. Karena, itu tadi, perut kosong bisa membuat hati dan pikiran panas.
Antisipasi dan koordinasikan segera. Cepat, tepat, bijak dan empatik. Jangan saling menyalahkan, atau saling lempar tanggung jawab antar sektor.
Rakyat selalu berharap dan menunggu. Karena, di sebagian rakyat, hanya itu yang tersisa: harapan dan penantian.(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.