Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
Sebelumnya
Dengan kaos oblong itu, Zelinsky juga tercitrakan bahwa dia merasakan apa yang dirasakan rakyat dan pasukannya. Tidak ada jarak. Selalu ada solidaritas.
Vladimir Putin juga ingin menggambar sebuah citra. Tapi dia tampil berbeda. Lebih elite dan elegan. Dia ingin menunjukkan ketenangan.
Berbicara di depan massa dalam rapat umum di Moskow pada 18 Maret, Putin mengenakan jaket bengkak trendi yang disebutkan bermerk Italia. Media Barat menyebut harga jaket yang dikenakan Putin sekitar 10.000 USD. Dia juga memakai sweter roll-neck kasmir Kiton.
Baca juga : Berkaca Dari Uang 10 Juta
Para pemimpin perangnya disebutkan mengikuti gaya Putin. Bahkan, kabarnya, ada yang memakai sepatu perang merk Prada.
Di sinilah pintarnya Zelensky. Dengan cara berpakaiannya, dia bisa menampilkan citra antitesis: Kesederhanaan vs kemewahan. Rakyat biasa vs Oligarki. Pada akhirnya, citra tersebut bisa menegaskan fakta: perang ini adalah David vs Goliath, raksasa vs liliput. Yang lemah harus dibela.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dijejali beragam pencitraan. Juga iklan. Tidak jarang kita dikelabui oleh citra diri, produk atau organisasi, yang dibentuk dan seringkali tidak natural.
Baca juga : Fasilitas Lounge Lengkap, Layanan Private Jet Di Bandara Soetta Tingkatkan Daya Saing
Bagi sebagian orang, termasuk politisi, juga banyak produk atau organisasi, perang bukan hanya soal dar-der-dor. Memperebutkan opini dan persepsi publik, juga perang yang tak pernah usai. Sampai sekarang. Dimana pun.
Akibatnya, kita seringkali berada dalam situasi seperti di bioskop: menonton film yang kita tahu itu bohong. Tapi kita menikmatinya sambil memaki, memuja, menangis dan tertawa.
Kita baru “tersadar” setelah sandiwara atau film usai. Lampu dinyalakan. Kembali terang benderang. Penonton bangkit dari duduknya sambil mengucek mata, lalu menuju pintu keluar. Seperti digiring. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.