Dark/Light Mode

Waspadai Massa “Rindu Dendam”

Selasa, 1 November 2022 06:39 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

 Sebelumnya 
Di hari yang sama, Minggu (30/10), sebenarnya juga ada event di Istora Senayan. Eventnya bertajuk Berdendang Bergoyang Festival.

Aparat keamanan yang sigap, membatalkan acara di hari ketiga tersebut. Karena, sehari sebelumnya, di haria kedua, terbentuk lautan pengunjung yang melebihi kapasitas. Bahkan, ada puluhan orang yang pingsan.

Baca juga : Mencari "Lilin Sepakbola"

Sedikit banyak, aparat sudah belajar dari pengalaman, sehingga membatalkan acara tersebut. Kewaspadaan inilah yang perlu ditingkatkan. Apalagi ke depannya, akan banyak konser atau kegiatan yang melibatkan massa.

Di Thailand misalnya, setelah Tragedi Itaewon, beberapa jalan atau gang sempit yang biasanya menjadi pusat kerumunan, seperti di Bangkok dan tempat wisata, diminta untuk didata dan diperhatikan serius.

Baca juga : Hukuman Mati Hidup Lagi

Di Indonesia, bukan hanya di Jakarta, semua acara yang berpotensi bahaya, juga perlu didata dan mendapat perhatian ekstra.

Perlu semacam “protap” untuk menangani massa yang “rindu dan dendam” karena dikungkung pandemi selama lebih dari dua tahun.

Baca juga : Menunggu Kabar Suka Cita

Ke depan, akan banyak kegiatan politik, hiburan atau olahraga yang melibatkan massa. Massa yang mungkin secara psikologis serta fisik, tak lagi sama seperti sebelum pandemi. Termasuk massa yang “rindu-dendam” tadi.

Ini perlu perhatian serius. Antisipatif. Jangan sampai kecolongan. Jangan ada lagi air mata duka setelah Tragedi Kanjuruhan. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.