Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Berebut Kandidat Cawapres Potensial

Rabu, 13 September 2023 00:04 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Adu strategi dalam penentuan Cawapres antara kubu Ganjar Pranowo dan kubu Prabowo Subianto cukup menarik. Selain saling tunggu, kedua kubu ini juga terlibat rebutan kandidat Cawapres. Beberapa nama kandidat Cawapres potensial sama-sama masuk dalam radar kubu Ganjar dan kubu Prabowo.

Setidaknya ada lima nama kandidat Cawapres “yang diperebutkan”. Mereka adalah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Polhukam Mahfud MD, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Baca juga : Kesabaran Berbuah Cawapres?

Dari nama-nama tersebut, sebenarnya tidak semua menjadi prioritas baik di kubu Ganjar maupun di kubu Prabowo. Namun, saat ada satu nama disebut salah satu kubu, kubu lainnya ikut-ikutan. Contohnya, saat kubu Prabowo menyebut nama Gibran, kubu Ganjar pun ikut. Demikian juga saat kubu Ganjar menyebut nama AHY, kubu Prabowo tidak ketinggalan.

Meski demikian, kedua kubu tidak mau juga duluan mengambil keputusan. Mereka seperti saling tunggu sambil terus melakukan pendekatan dengan masing-masing kandidat Cawapres. Langkah cepat yang dilakukan kubu Anies Baswedan, yang sudah meminang Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), tidak membuat kubu Ganjar dan kubu Prabowo “panas”.

Baca juga : Golkar Belum Bahas Wacana RK Cawapres

Langkah ini memang wajar. Sebab, sejauh ini elektabilitas Ganjar dan Prabowo relatif imbang dan kejar-kejaran. Dalam survei-survei Capres, kadang Ganjar ada di puncak, kadang Prabowo yang menjadi juara. Jadi, penentuan Cawapres yang tepat sangat penting untuk mendongkrak elektabilitas masing-masing dan memastikan kemenangan.

Penentuan Cawapres juga akan menentukan soliditas koalisi. Jika penentuan Cawapres tepat, koalisi akan semakin solid. Namun, jika penentuan Cawapres itu tidak disetujui semua partai pendukung, koalisi akan retak. Hal ini terjadi dalam Koalisi Perubahan, saat Anies meminang Imin. Partai Demokrat yang merasa tidak dilibatkan dalam penentuan Imin sebagai Cawapres langsung ngamuk, dan menyatakan keluar dari Koalisi Perubahan.

Baca juga : PB PMII Beri Mandat Cak Imin Maju Cawapres

Jadi, kondisi rebutan Cawapres dan strategi saling tunggu ini sepertinya akan berlangsung sampai detik-detik terakhir sebelum pendaftaran di KPU. Sebab, mereka tidak ingin salah langkah, yang bisa berdampak negatif terhadap strategi pemenangan. Lebih baik ketinggalan satu langkah daripada harus salah langkah. Ketinggalan langsung bisa dikejar, tapi kesalahan langkah bisa menjadi blunder.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.